Breaking News:

MUBES XX KMJ Mesir, antara Introspeksi Diri dan Evaluasi Organisasi

Tepatnya. pada hari Sabtu tanggal 29 Sya’ban 1432 H/ 30 Juli 2011 M. Majelis Perwakilan Organisasi Keluarga Mahasiswa Jambi (MPO-KMJ) Mesir yang diketuai Sdr. Ahsanul Husna,Lc (Merangkap Anggota), Sekjend Sdr. Umaruddin Sujana (Merangkap Anggota) dan Sdr. Ahmad Bakri Husin (Anggota), alhmadulillah sukses melaksanakan agenda wajib tahunan Musyawarah Besar XX Keluarga Mahasiswa Jambi (MUBES XX KMJ) Republik Arab Mesir.
Dalam MUBES kali ini, memilki lima pembahasan utama :
1. Pembahasan AD/ART KMJ
2. Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus (DP) KMJ 2010-2011
3. Pembahsan Rekomendasi
4. Pemilihan Dewan Konsultatif (DK), Mejelis Perwakilan Organisasi (MPO), Ketua Dewan Pengurus (DP) masa bakti 2011-2012
5. Pembahasan UU Temus 2011-2012.

Dalam pembahsan AD/ART KMJ ada beberapa usulan perubahan. Diantaranya perubahan Lembaga Otonom (LO) KMJ ) menjadi Bandan Otonom (BO), yang dalam kontek praktisnya bertanggung jawab penuh kepada Majelis Perwakilan Organisasi (MPO) KMJ. Perubahan ini dilakukan guna lebih menjaga efesiensi kerja dari BO tersebut. Karena MPO memiliki kewajiban pengawasan, pertanggungjawaban dan pengontrolan. Yang mana hal ini tidak bisa dilakukan ketika badan ini masih dalam bentuk LO.

Kemudian terkait Laporan Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Keluarga Mahasiswa Jambi (LPJ DP KMJ), mengalami kemajuan. DP tahun ini telah sukses melaksanakan hampir 90 % Program unggulan, terutama terkait program kajian, keilmuan dan teknologi. Tetap eksis memberikan warna aktifitas pada KMJ ditengah situasi dan kondisi meletusnya revolusi Mesir 25 Januari 2011. Meskipun disana masih menimbulkan pertenyaan dan klarifikasi dalam masalah pembengkakan dana operasional olahraga. Pada akhirnya, MPO memutuskan Menerima LPJ DP KMJ tahun ini dengan nilai: Jayyid Jiddan.

Pada tahun ini, sesuai dengan amanat rekomendasi MUBES tahun sebelumnya, MPO berhasil merumuskan UU Temus. Yang dibahas dan disahkan dalam MUBES tahun ini.

Berikut adalah formasi kepemimpinan Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir Periode XXI, Masa Bakti 2011-2012 , berdasarkan hasil sidang Musyawarah Besar XX KMJ, 30 Juli 2011 yang dihadiri 75% dari jumlah Anggota keseluruhan 60 orang, dan ditetapkan melalui surat keputusan No.08/MUBES-KMJ/XX/VII/2011, No.06/MUBES-KMJ/XX/VII/2011, dan 07/MUBES-KMJ/XX/VII/2011 :

DK KMJ :
- Heri Nuryahdin (Ketua Merangkap Anggota)
- Ahsanul Husna,Lc (Sekretaris Merangkap Anggota)
- M.Erdiansyah (Anggota)
- Fahruddin (Anggota)
- Hamdani Ibrahim,Dpl (Anggota)

MPO KMJ :
- Ahmad Zaki (Ketua Merangkap Anggota)
- Salmi Abadi (Sekjend Merangkap Anggota)
- Safaruddin (Anggota)

Ketua DP KMJ :
Ahmad Bakri Husin (ABH) (Ketua Terpilih)

Meskipun kepemimpinan ini berbentuk sosial kemasyarakatan dan kekeluargaan, tapi tetaplah sebagai sebuah amanah besar dari seluruh masyarakat Jambi yang berada di Mesir. Tanggung jawabnya bukan hanya di dunia yang fana ini, tapi juga di hadapan Allah Swt diakherat kelak. Mau kita bawa kemana Keluarga Besar Masyarakat Jambi Mesir ini ? itu tergantung kita. Kita yang akan menentukan dan kita yang akan melaksanakan.

“Sesungguhnya janji itu akan diminta pertanggungjawabanya”(Qs.Al-Isra’ 34).
“Sesungguhnya Telinga, mata dan hati semuanya akan diminta pertanggungjawabanya”(Qs.Al-Isra’ 36).

Kita berharap semoga kepengurusan sekarang bisa lebih baik atau lebih bisa menjadi representative bagi anggota untuk menggali khazanah keilmuan di negeri para ulama ini. Tentu kita tidak mengharapkan organisasi ini malah menjadi alat yang bisa membalikkan niat tulus menuntut ilmu di Mesir menjadi wadah "rekreasi budaya" negatif Indonesia yang dibawa ke Mesir. Dalam hal ini tentu sangat dibutuhkan peran para senior yang bukan hanya tau seseorang tapi senior yang mengerti seseorang. Seperti tingkat dua memberikan tauladan baik bagi mahasiswa baru, yang tingkat tiga menjadi tauladan yang baik bagi yang tingkat dua, yang S2 memberi tauladan yang baik kepada yang S1. Begitu seterusnya sampai yang paling senior memberikan tauladan yang baik bagi yang lebih yunior, dari segi perkataan, sikap dan prilaku kehidupan. Begitu juga sebaliknya, yang lebih muda senantiasa memberikan masukan yang membangun kepada yang lebih tua.

Jika hal ini bisa bersinergi antara pemimpin dan anggota maka insyaAllah harapan rakyat Jambi mengidam-idamkan kedatangan para intelektual dari Mesir akan terwujud. Tapi jika tidak, maka tidak dipungkiri KMJ akan terus mewarisi berbagai masalah sumber daya manusia yang kita sendiri tidak tau kapan kesudahanya.

Dari Jabir Ra berkata bahwa Nabi Muhammad Saw Bersabda : “Setiap Kemakrufan (kebaikan) adalah sedekah “ (HR.Bukhri Muslim dari riwayat Huzaifah Ra)

Wallahua’alam.
MPO KMJ Masa Bakti 2010-2011.

20.28 | Posted in | Read More »

Ulama Azhar, " Menampilkan Sahabat Dalam Film Adalah HARAM"


Film baru berjudul al-Hasan wa al-Husein telah mengundang perdebatan antara para ulama dan pemimpin produksi Film mengenai boleh tidaknya menampilkan shahabat di layar televisi. Majma' Buhuts Islamiyah yang berada dibawah naungan Azhar telah mengeluarkan fatwa haram, seperti yang telah diberitakan pada harian Sout Azhar edisi 29 Juli 2011 lalu. Fatwa ini mendapatkan penolakan dari kalangan perusahan per-filman Mesir. Mereka tetap bersi keras untuk menayangkan Film tersebut pada bulan Ramadhan ini. Film ini mengangkat cerita terbunuhnya Imam Ali Ra, Syahidnya Imam Husen dan naiknya Shahabat Muawiyah sebagai Khalifah.

Disisi lain Film ini juga seolah membangunkan Fitnah an-naimah kebencian yang sedang tidur diantara kalangan Sunni dan syiah.
Masalah hukum menampilkan para Nabi dan para Shahabat dilayar televisi telah muncul sejak 85 tahun yang lalu. Al-azhar untuk pertamakalinya mengeluarkan Fatwa pengharaman dan pelarangan menampilkan sosok nabi dan juga 10 Shahabat yang diberi kabar gembira masuk surga. Mereka adalah Saiduna Abu Bakar Ashidiq, Umar bin Khatab, Utsman Bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awam, Sa'ad bin Abi Waqash, Abdurrahman bin 'Auf, Thohah bin Ubaidillah, dan Sa'id bin Zaid Radiyallahu 'Anhum.
Fatwa ini mulai disebarkan bertepatan dengan kasus adanya film yang akan mengangkat karakter nabi Muhammad SAW yang akan diperankan oleh aktor Yusuf Bek Wahbey yang akan di sutradarai oleh Widad 'Arofiy berkebangsaan Turki, bekerjasama dengan Produser dari Perancis pada tahun 1926 setahun sebelum per-filman banyak tersebar di seluruh dunia.

Fatwa pengharaman ini bukan hanya berlandaskan Syariat namun juga perasaan jiwa umat muslim tidak akan dapat menerima kenyataan tersebut. Apa lagi ketika Yusuf Bek Wahbey akan memerankan sosok Nabi Muhammad SAW, dia baru saja menjadi aktor yang memerankan karakter Rashbutin dari Rusia yang terkenal kejam dan banyak membunuh. Pada akhirnya Film tersebut tidak jadi dibuat karena Yusuf Wahbey kalah berdialog dengan Alazhar.

Begitu juga film berjudul Al-Risalah yang disutradarai oleh Mustafa Aqad.Film ini menampilkan beberapa Shahabat diantaranya Saiduna Hamzah Ra yang bergelar singa Islam. Selama 30 tahun setelah selesai dari pembuatannya ,Film ini tidak mendapatkan izin untuk di tayangkan di Mesir . Sampai akhirnya ketika dua tahun yang lalu pemimpin perusahaan televisi Mesir Nyonya Suzan Hasan meminta izin kepada Syaikhul Akbar Syaikh Thantawi untuk menayangkan di layar lebar, dan Syaikhul Akbar menerima permintaan izin tersebut. Setelah izin tersebut film hanya di putar sebanyak tiga kali. Itupun bertepatan dengan acara perayaan hari-hari besar Islam. Kasus yang sama enam tahun lalu ditayangkan film yang berjudul Penderitaan al-Masih Aalam al-Masih. Didalam film tersebut sosok nabi Isa As ditampilkan. Adapun baru-baru ini muncul film Maryam al-Muqaddasah dan film Yusuf al-Shidiq yang diproduksi oleh Iran.

Disamping Fatwa Azhar yang terdahulu, Syekh Ali Abdul Baqi Sekjen Majma' Buhuts Islamiyah menyatakan: Bagaimana mungkin seorang aktor yang pada saat ini dia memerankan karekter Imam Husein dan dikesempatan lain dia memerankan karekter orang fasik atau penimum arak. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Syekh Rafa'at Utsman Doktor Perbandingan Madhab Fiqih Universitas al-Azhar dan juga anggota Majma' Buhuts Islamiyah: Alasan al-Azhar melarang menampilkan sosok para Nabi dan Shahabat melalui film dikarenakan hal ini mengurangi kewibawaan sosok asli dari para Nabi dan juga Shahabat di kalangan masyarakat Muslim. Sebagaimana diketahui bahwa aktor tersebut tidak akan mampu mencapai derajat kesempurnaan dan kemuliaan yang dicapai oleh para Nabi dan Shahabat dengan cara apapun. Selain itu terkadang aktor tersebut didalam kehidupan sehari-harinya adalah orang yang senantiasa melakukan perbuatan-perbutan yang bertentangan dengan Islam. Dengan dasar semua ini al-Azhar mengharamkan menampilkan para Nabi dan Shahabat melalui gambar bergerak "film" dan juga gambar tidak bergerak seperti karikatur dan lukisan lainnya.
Di kutif dari Harian Sout Azhar pada edisi 29 Junli 2011.

14.11 | Posted in | Read More »

Rektor, "18 Juni Ujian Azar, Mahasiswa Dipermudah".


Rektor Universitas al-Azhar prof. Dr. Usamah el-Abed mengumumkan bahwa ujian term ke dua untuk tingakat kuliyah universitas al-Azhar akan dimulai pada hari sabtu tanggal 18 juni 2011, seperti yang diberitakan pada harian Sout Azhar pada edisi 29 April 2011 lalu.

Beliau memberikan arahan kepada panitia pelaksana ujian untuk melakukan beberapa hal yang dapat memberikan kemudahan kepada para mahasiswa didalam menjalani ujian mendatang, seperti mengikut sertakan suara mahasiswa didalam menentukan jadwal ujian, menentukan jumlah mata pelajaran ujian disetiap minggunya (dua mata pelajaran atau tiga mata pelajaran), beliau menguatkan bahwa musyarah ini harus diadakan karena hal ini termasuk ajaran Islam.

Bapak Rektor juga memberikan arahan kepada para Dekan Fakultas dan para Dosen untuk tidak memberikan soal yang menyulitkan kemampuan mahasiswa, terlebih setelah kejadian Revolusi Mesir yang terjadi pada tanggal 25 januari lalu menyebabkan terpotonggnya waktu jam pengajaran di kuliyah. Beliau juga meminta kepada para Dosen dan panitia ujian untuk tidak mempersulit didalam memberikan penilaian (mengkoreksi) lembar jawaban.

Diakhir arahanya bapak Rektor juga memutuskan kepada panitian ujian untuk menamai setiap ruang ujian dengan nama-nama para Syuhada dari mahasiswa dan mahasiswi al-Azhar pada revolusi Mesir 25 januari karena mereka telah berkorban demi kejayaan Mesir dan juga al-Azhar.(Fjrl)
Dikutif dari Harian Sout Azhar pada edisi 29 april 2011.

10.12 | Posted in | Read More »

KMJ Gelar Acara Perpisahan Ust. Ronaldi Asy'ari, Lc


Kairo, 19 April 2011, bertempat di aula Rumah Datuk, salah seorang senior dan anggota KMJ Mesir mengadakan acara Wada’an (perpisahan, red). Beliau adalah Ust. Ronaldi Asy’ari, Lc, yang telah merampungkan studi program strata 1. Acara perpisahan ini selain dihadiri oleh warga KMJ di Mesir, juga mendatangkan beberapa perwakilan dari IKAT (Ikatan Alumni Thawalib), almamater sekolah menengah beliau yang berada di Mesir.

Acara dimulai setelah melaksanakan shalat Isya berjamaah di aula Rumah Datuk. Diawali dengan Tilawah Qur’an yang dibacakan Rian Cupika, salah seorang Qori asal Kerinci. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, ketua KMJ Mesir, Ahmad Zaki menyampaikan ucapan terimakasih atas dedikasi dan sumbangsih beliau terhadap KMJ Mesir, dan juga Ahmad Zaki menyampaikan permintaan maaf jikalau selama DP KMJ yang dinakhodainya terdapat silaf maupun khilaf. Begitu juga dalam sambutan ketua DK KMJ, abang Heri Nuryahdin, beliau juga berpesan agar tidak melupakan KMJ setibanya di Indonesia, plus harapan dan dorongan agar dapat berkiprah lebih banyak lagi bagi Jambi maupun Indonesia.

Selanjutnya penyampaian kesan dan pesan dari anggota KMJ maupun perwakilan IKAT yang hadir. Hadirin menyampaikan banyak pesan dan kesan mereka selama bergaul dengan Ust. Ronaldi Asy’ari, Lc. Begitu juga dalam penyampaian kesan dan pesan dari beliau sendiri yang menyita perhatian dan rasa haru dari undangan yang hadir. (Mae)

16.59 | Posted in | Read More »

Ketua dan Sekretaris KMJ Hadiri LKS PPMI Mesir


Cairo, 14 April 2011, adalah suatu moment penting bagi perjalanan roda dinamika MASISIR terutama bagi DPP- PPMI mesir Periode 2010-2011, di komandoi oleh Sdr. Falahuddin Nurhalim sebagai presiden PPMI yang menahkodai pelayaran PPMI dari ahir tahun 2010 lalu. Dimana pada hari ini di adakanya Laporan Kerja Semester (red;LKS) untuk program kerja DPP-PPMI Mesir semasa term I. Acara yang merupakan program kerja rutin MPA-PPMI Mesir ini yang biasa disebut "SIDANG PARIPURNA" adalah merupakan salah satu agenda penting dalam beberapa agenda sidang nya MPA-PPMI Mesir.

Dimulai dari pukul 09.00 CLT acara ini tampak ramai dihadiri oleh utusan-utusan dari berbagai elemen-elemen yang ada di MASISIR. Mulai dari organisasi-organisasi kekeluargaan, Dewan Perwakilan Daerah, almamater, ormas, dan lain-lain yang seluruhnya itu adalah merupakan Anggota MPA-PPMI Mesir. Begitu juga tampak hadir Ketua KMJ Mesir Sdr. Ahmad Zaki ZH didampingi oleh Sekretaris KMJ Mesir Sdr. Wahyu Mas Saputra yang merupakan utusan dari Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir guna menyuarakan suara komunitas masyarakat Jambi Mesir dalam kancah organsisasi induk(red;PPMI).

Berdasarkan pantuauan oleh wartawan kmjmesir.com sidang yang dipandu lansung oleh pimpinan tertinggi MPA-PPMI Mesir ini berlansung relatif lancar, meskipun sempat terjadi beberapa ketegangan di tengah-tengah jalannya sidang. Agenda demi agenda dilalui dengan antusias dan perhatian penuh dari peserta sidang, masukan-masukan, kritik-kritik membangun juga sangat banyak di utarakan oleh para fraksi sidang yang dibentuk dari beberapa gabungan elemen, guna membangun MASISIR kedepan yang lebih baik dari masa lalu, seperti yang di ungkapkan oleh juru bicara fraksi 25 Januari Sdr. Wahyu Mas Saputra dalam pidato laporan hasil rapat fraksi nya.

"PPMI harus lebih meyuarakan suara MASISIR di dalam hubungan regional maupun internasional serta memperbaiki kekurangan-kekurangan dan lebih meningkatkan lagi kinerja BPH dalam mengendarai roda pergerakan dinamika MASISIR"


Setelah memakan waktu yang sangat panjang dalam menyelasikan berbagai agenda sidang, ahirnya sidang pung berujung pada pukul 21.30 CLT dengan pembacaan ketetapan sidang oleh pimpinan sidang. (jky)

23.02 | Posted in | Read More »

LO-KMJ

Mungkin setiap kita yang baru pertama kali mendengar kalimat LO-KMJ merasa bingung, atau barangkali menimbulkan tanda tanya dalam fikiran kita tentang apa itu yang dimaksud LO-KMJ. Ya, itulah sebuah singkatan nama dari salah satu rangkaian lembaga yang ada di tubuh organisasi Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir. LO adalah singkatan dari "Lembaga Otonom", Lembaga Otonom ini adalah sebuah lembaga yang bersifat independent dalam batang tubuh KMJ, yang dimana sebelumya LO ini disebut dengan BO, di ubah menjadi LO pada Musyawarah Besar Anggota (MUBES XXIV KMJ) periode 2008-2009. BO adalah singkatan dari "Badan Otonom", mempunyai defenisi dan pengertian yang sama dengan LO. Badan otonom yang bergerak bebas dalam KMJ, tidak dipertanggung jawabkan kepada lembaga apapun yang ada dalam tataran formatur kepengurusan KMJ. Adapun elemen-elemen yang ada dalam LO itu sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu:

1. Buletin Visi
2. Website Resmi KMJ
3. TPRJ

Tiga Lembaga ini adalah lembaga-lembaga yang merupakan bagian dari salah satu kerangka dengan peran penting bagi eksistensi KMJ dalam menciptakan suatu perkumpulan para pejuang-pejuang anak Negeri Melayu Jambi di bumi Seribu Menara ini. Bak The Three Lion dalam istilah sebutan bagi timnas Inggris, dimana ada tiga orang pemain yang sangat berpengaruh bagi tim tersebut dalam berlaga di lapangan sepak bola, disamping kekompakan dan kerjasama dari semua pemain. Begitu pula dengan keberadaan tiga lembaga ini dalam perjalan KMJ selama berlaga di kancah dunia Masyarakat Indonesia di Mesir yang disingkat dengan istilah MASISIR.

Buletin VIISI dengan warnanya menjadi sarana bagi para Anggota dalam menuangkan kreatifitas jurnalistik mereka, yang juga merupakan curahan hati, pemikiran, ide, kritik dan segala bentuk kreatifitas berfikirnya otak kiri terlebih lagi otak kanan. Begitu juga dengan Website KMJ, tidak kalah important ­nya dalam mewarnai KMJ, sebagai media informasi komunikasi antar ruanglingkup Internal maupun external KMJ, segala macam informasi terbaru mengenai acara atau pun kegiatan yang bersifat indor maupun outdor terus menerus secara kontinue di update oleh wartawan-wartawan lokal yang berasal dari Anggota KMJ sendiri. Kemudian tak ketinggalan dengan TPRJ, yang merupakan sebuah Lembaga yang sangat urgen sekali dalam tubuh KMJ. Dengan perjuangannya dalam mendapatkan sekretariat permanent, diterjang ombak, diterpa badai, dihalang halilintar bahkan tak jarang terinjak ranjau-ranjau yang mematikan, namun itu semua tidak membuat para punggawa penggerak TPRJ menyurutkan niat mereka untuk menggoreskan tinta emas sejarah dan harapan ridho Allah buat dipersembahkan kepada generasi putra-putri Jambi kelak yang belajar ke Negeri para Ambiya' ini.

Itulah sekilas tentang LO KMJ, yang nati akan di jelaskan secara terperinci dalam kolom-kolomnya.


21.21 | Posted in | Read More »

KMJ Mesir Bagikan Dana Santunan Serta Adakan Futsal Bareng

Kairo, 9 April 2011, dalam rangka menyambut kedatangan anggota KMJ Mesir yang dievakuasi ke Indonesia ketika pergolakan Mesir tempo hari, DP KMJ mengadakan futsal bareng sesama anggota. Agenda silaturrahim ini bertempat di Nadi Wafa’ wal Amal, H-10 Nasr City, dan dimulai setelah shalat Maghrib.

Pada acara Futsal bareng ini anggota KMJ Mesir dibagi kedalam 4 grup. Grup Bujang Akademis berhasil mengunci puncak grup setelah berhasil memenangkan 2 pertandingan dan sekali seri. Usai pertandingan, warga KMJ kembali berkumpul di Rumah Datuk untuk menyantap menu Tempoyak Bulti yang disediakan panitia.

2 hari sebelumnya, masih bertempat di Rumah Datuk, secretariat sementara KMJ Mesir, DP KMJ membagikan dana santunan yang diberikan oleh PEMDA Jambi kepada warganya yang tidak dievakuasi. Sebelum pembagian dana santunan, perwakilan anggota KMJ Mesir yang dievakuasi berbagi pengalaman selama keberadaan mereka di Indonesia, terkhusus ketika pertemuan dengan bapak gubernur Jambi, Drs. H. Hasan Basri Agus.

Pada pembagian dana santunan ini, setiap anggota yang tidak terevakuasi mendapatkan $ 100, dan dibagikan kepada 28 anggota yang tidak terevakuasi. Sedangkan sisa $ 14 dari Rp.1000.000 yang menjadi hak masing-masing akan digunakan untuk keperluan acara Futsal Bareng dan dibagikan sebagai dana santunan kepada anggota kehormatan yang ada. (Mae)

09.38 | Posted in | Read More »

Prototype Pemerintahan Diktator


Oleh: Ahsanul Husna, Lc
Dalam pidatonya kamis 10 februari 2011, pukul 23.00 WK, presiden Muhammad Husni Mubarak menegaskan bahwa ia tidak akan turun dari kursi kekuasaannya sampai dilaksanakan pemilu sebtember mendatang. Sementara itu, dia mendelegasikan kekuasaan kepada wakilnya Umar Sulaiman. Ungkapnya, 30 tahun sudah dia duduk diatas tahta kekuasaan rakyat mesir dengan damai, makmur, keadilan dan demokrasi.
Tapi kelihatanya rakyat mesir tidak sepakat, sebab yang mereka rasakan jauh berbeda. Hal ini terbukti kemarahan rakyat tak terbendungi sejak tanggal 25 januari 2011. Ribuan rakyat turun kejalan ibu kota dan sejumlah tempat di Mesir menuntut agar Husni Mubarak segara mengahiri kediktatoranya. Mereka seakan-akan telah muak dan pesimis dengan kaki tangan Mubarak. Inilah gambaran ketidak adilan, tirani, kebohongan dan kediktatoran yang mereka rasakan. Memasuki hari ke 17 tuntutan rakyat Mesir, menemui jalan buntu. Husni Mubarak bersikukuh untuk tidak turun dari tahta kepresidenan.
Saya tak habis pikir dengan Mubarak. Sebenarnya apa sih yang ingin dia cari dunia ini. Sampai akhirnya terjadi perang saudara di tengah rakyat Mesir antra yang pro Mubarak dengan yang kontra. Mereka saling melempari, saling mencaci bahkan membunuh. Penomena yang tak terbayangkan sebelumnya. Karena sejauh pengetahuan saya selama lima tahun hidup di Mesir tentang hubungan social rakyatnya tak obah seperti satu keluarga. Tapi, setelah melihat kejadian itu saya mulai tidak percaya kalau itu bakal terjadi, bercampur dengan rasa malu yang mendalam. Menangapi keegoisan Mubarak ini Dr. Yusuf Qardowi mengatakan “Husni Mubarak tengah berusaha membantai rakyatnya“. Terbukti 300 nyawa rakyat Mesir gugur dan ratusan lainya luka-luka. Sedangkan kita semua adalah makhluk Tuhan dan akan kembali ke tanah. Harta, kuasa dan sebagainya tidak berumur lama.
Hal ini tentu akan menimbulkan spekulasi arah kehidupan dan politik di Mesir. Para tokoh, dan pakar politik dunia tidak tinggal diam dalam melihat kondisi ini. Amerika, jerman, inggris, francis dan spanyol terus mendesak, agar Husni Mubarak mendengarkan suara rakyatnya. Menerapkan demokrasi yang menyeluruh di santero Mesir. Menteri luar negeri Jerman Guido Westerwelle mengungkapkan kekecewaanya setelah mendengar pidato Presiden Mubarak. Dia menambahkan, saya takut pidato Mubarak ini menyebabkan masa depan yang tidak stabil di Mesir. Dia menunjukan kekhawatiran pemerintah Jerman menjadi lebih besar setelah mendengar pidato ini.
Sementara itu, profesor ilmu politik Universitas Kairo Dr. Saifuddin Abdel Fattah, menanggapi pidato Presiden Mubarak dengan mengatakan “Bertahun-tahun tanpa nilai, tiba-tiba bicara bak sebagai manusia kafir”. Ia menambahkan “Kelihatannya Mubarak membutuhkan psikonalis bukan analis politik”. Dia juga mengungkapkan bahwa rezim Mubarak adalah satu contoh budak Negara-negara luar. Segala lagitimasi kebijakanya berpijak kepada skenario Negara-negara luar. Selama kepresidennya tidak pernah memberi kebijakan yang independen.
Rakyat Arab hanya membutuhkan perubahan besar dalam perjalanan sejarah negeri mereka. Hidup dengan system demokrasi dan kebebasan yang menyeluruh, tidak persial. Kalau boleh saya mengatakan bahwa, Negara-negara Arab seperti mata rantai yang beruntun. Jika salah satu mata rantai ini pecah akan mengakibatkan pecah yang lainya. Terinspirasi dari revolusi Tunisia dan runtuhnya kekuasaan presiden Tunisia Ben Ali. Memberikan pengaruh yang kuat terciptanya revolusi di negeri Arab yang lain, seperti Mesir.
The New Egypt
Pada hari jum’at tanggal 11 Februari 2011, pukul 18.30 WK, rakyat mesir dikejutkan oleh presiden Muhammad Husni Mubarak yang menyatakan mundur dari jabatanya. Perjuangan yang luar biasa rakyat Mesir menuntut agar presiden Husni Mubarak segara meninggalkan tahta kekuasaan, akhirnya terwujud. Diberitakan di stasiun tv nasional Mesir Nile TV melalui wakilnya Umar Sulaiman, presiden Muhammad Husni Mubarak resmi meletakkan jabatanya, dan memerintahkan Dewan Meliter untuk memegang tampuk kekuasaan. Pengumuman itu disambut gegap gempita massa aksi di alun-alun Tahrir Cairo dan di seluruh penjuru negeri Mesir.
Babak baru sejarah negeri Para Nabi sudah ditabuhkan. Berkuasa selama 30 tahun kelihatanya tak bergeming ditengah kuatnya tuntutan rakyat Mesir. Tidak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya terus berputar dan berganti. Catatan bersejarah ini tentu menjadi pelajaran bagi pemimpin dunia yang lain terhusus pemimpin negeri-negeri Arab yang hampir menjadikan Negara mereka seperti sebuah kerajaan.
Aksi revolusi Mesir ini yang rata-rata dimotori oleh kaum pemuda. Dalam rangka menghadapi perubahan, salah seorang pemuda Mesir mengungkapkan di stasiun Nile TV bahwa mereka adalah anak-anak negeri yang memiliki sejarah panjang ribuan tahun. Mereka anak negeri yang memiliki peradaban besar sejarah hidup manusia. Dan hari ini mereka ingin menunjukan kepada rakyat international bahwa mereka adalah pemuda bersejarah disepanjang umur dunia yang akan menciptakan peradaban besar. “sudah saatnya kami pulang ke rumah masing-masing. Menjalani hidup baru dengan cita-cita perubahan dimasa depan. Kami optimis dan kami akan bersabar menghadapi perubahan ini. kami sudah terbiasa mengahadapi masa-masa sulit disepanjang sejarah”.
Analis politik melihat ada kesamaan faktor antara revolusi Mesir dan Tunisia. Satu hal yang menarik adalah bahwa Mesir dan Tunisia memiliki kesadaran intelektual dan politik lebih besar jika dibandingkan dengan Negara Arab lain. Disamping itu monopoli modal dan ekonomi oleh “kucing-kucing gendut” di kedua Negara sehingga berakibat meningkatnya pengangguran. Dua Negara ini dianggap sebagai Negara polisi yang banyak melanggar hak azazi manusia. Para diktator cerdas yang pernah memimpin Mesir dan Tunisai ini hidup dengan tirani tanpa ada hubungan baik dengan masyarakatnya. Sampai pada ahirnya fajar revolusi dapat membelah antara benang putih dan benang hitam yang ada di dua unsur yang berbeda yaitu diktator dan para tentara.
Apapun alasannya, situasi kali ini tentulah berbeda. Busur di seluruh dunia Arab memberikan penghormatan kepada pemuda-pemuda besar dari Mesir. Yang berhasil membuat sejarah besar, bukan hanya bagi bangsa Mesir tapi untuk seluruh bangsa.
Dengan demikian, revolusi masyarakat Mesir akan membuka pintu kebebasan dan demokrasi bagi seluruh bangsa Arab. Karena bukan hanya Mesir yang menderita penindasan dan kurangnya kebebasan, korupsi dan kemiskinan. Yang berarti bahwa, keberhasilan revolusi Mesir akan menjadi pelopor bagi pembebasan di seluruh Negeri. Dan kita hanya tiggal menunggu fajar baru di santero bangsa. InsyaAllah.
Semoga kesejahteraan, keadilan dan perdamaian tercurahkan bagi bangsa Mesir. Kedamaian dan keselamatan untuk para syuhada dan kepada para pejuang yang mengangkat panji kebenaran sampai hari akhir.Amin.
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Al-Azhar Cairo, Jurusan Tafsir Dan Ilmu Al-Qur'an.

23.15 | Posted in | Read More »

8 Anggota KMJ Mesir Mendarat Dengan Selamat

Kairo, 9 Maret 2011, pada pukul 04.00 CLT dini hari 8 orang anggota KMJ Mesir mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kairo bersama dengan WNI lain. Mereka adalah WNI yang dievakuasi pada pergolakan Mesir kemarin dan terdaftar pada kloter 1d dalam proses pengembalian kembali ke Mesir.

Sesampainya di bandara Internasional Kairo para WNI diakomodasi dengan 4 unit bus. Selain untuk transportasi ke distrik domisili masing-masing juga digunakan WNI untuk beristirahat di bandara hingga berakhirnya jam larangan, pukul 06.00 CLT. Untuk saat sekarang ini Mesir masih memberlakukan jam larangan malam dari pukul 00.00 hingga 06.00 CLT. Bis baru bertolak dari bandara setelah lewat jam larangan.

Para WNI dibawa ke kantor konsuler KBRI, distrik dimana tempat mayoritas WNI bermukim. Sesampai di kantor konsuler KBRI, WNI dipersilahkan menuju rumah masing-masing. Sedangkan bagi WNI yang sudah putus kontrak sama tuan rumah dan belum mendapatkan tempat tinggal ditampung sementara di posko-posko kekeluargaan, auditorium wisma Nusantara serta ruang pertemuan Bhinneka Tunggal Ika, Garden City.

Menurut penuturan salah seorang anggota KMJ Mesir yang tergabung dalam kloter 1d mengatakan bahwa bagi WNI yang berada diluar kota Kairo mendapatkan masing-masing 50 Le untuk ongkos perjalanan ke daerah-daerah. “Alhamdulillah kita yang di daerah (luar Kairo, red) mendapatkan masing-masing 50 Le untuk ongkos”, ujar Rian Cupika, mahasiswa fakultas Ushuluddin, Azhar Zaqaziq.

Berikut nama anggota KMJ Mesir yang tergabung dalam kloter 1d dan mendarat tadi pagi:

  1. Rian Cupika
  2. Aziz Zaenuri
  3. M. Haramin
  4. Fajrul Falah
  5. Norkosin Daiman Jatmin
  6. Eka Muliasih
  7. Nurkomariyah
  8. Layin Natusyifa
(Mae)

07.59 | Posted in | Read More »

Dubes Bilang: “Ini Tasyakuran”


Laporan wartawan kmjmesir.com, Wahyu Mas Saputra.

Kairo, 16 Februari 2011, kmjmesir.com berkesempatan untuk meliput acara yang diadakan di KBRI Kairo, Garden City. Kesempatan ini diperoleh setelah mendapat ajakan ketua KMJ Mesir, Ahmad Zaki, “ada undangan makan-makan dari Dubes, sekalian kmjmesir.com dapat meliput langsung acaranya”, ujar beliau.

Siang itu dengan difasilitasi bus jemputan KBRI kami bersama undangan yang lain sampai di gedung putih, istilah yang dipakai Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir) untuk gedung Kedutaan Indonesia yang berada di Garden City, Kairo. Sesampai di kedutaan azhan Zuhur berkumandang, tanpa menunggu waktu kami segera menunaikan shalat terlebih dahulu.

Usai shalat, undangan dipersilahkan menuju aula kedutaan. Acara dimulai dengan menikmati jamuan terlebih dahulu. Dubes sendiri yang mempersilahkan para undangan dan mengambil porsi pertama kali.

Setelah jamuan makan siang, undangan dipersilahkan kembali ke aula kedutaan. Mikrofon dipegang oleh Dubes. Dalam orasinya Dubes mengucapkan terimakasih kepada pelbagai pihak yang telah bahu membahu dan bekerjasama dalam penanganan WNI selama masa krisis ketika pergolakan Mesir. “Acara ini adalah tasyakuran, harusnya kita ngundang penceramah karena sekarang dalam momen Maulid Nabi”, ucap beliau.

Dalam orasinya Dubes banyak berbicara tentang kondisi negara Mesir terkini. Beliau memaparkan keadaan Mesir yang semakin membaik ditandai dengan kembalinya demonstran ke rumah masing-masing. Kepercayaan penuh yang diberikan kepada pihak militer akan memudahkan Mesir untuk melalui pemerintahan transisi selama 6 bulan kedepan. Beliau juga mengajak undangan untuk tidak khawatir dengan aksi demo lanjutan yang dilakukan oleh polisi dan beberapa kelompok instansi pemerintahan yang menuntut hak mereka. “Di Indonesia aja tiap hari ada demo, itu sudah merupakan konsekuensi negara Demokratis” papar beliau.

Setelah orasi singkat dari Dubes dilanjutkan dengan interaksi bersama para undangan. Dari PPMI Mesir yang diwakili oleh presiden PPMI, Falahuddin Qudsi, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penanganan WNI selama pergolakan Mesir. Beliau juga meminta langsung kepada Dubes untuk tidak bosan-bosannya menyuarakan aspirasi Masisir terutama bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, terpaksa membayar flat sewa sendiri dan kesulitan-kesulitan lain yang dialami Masisir selama pergolakan.

Juga dari beberapa rekan mahasiswa ada yang menyampaikan kesulitan administrasi perkuliahan yang mereka hadapi, problem mahasiswa baru dan ada juga yang menanyakan terkait proses pemulangan WNI ke Mesir.

Dalam tanggapannya Dubes mengatakan akan memberikan dana insentif bagi mahasiwa yang masih bertahan di Mesir yang akan didistribusikan pada Jum’at besok. “Saat ini dana yang dialokasikan dari pemerintah RI belum cair, kita lihat dulu apakah masih ada uang kita (KBRI, red)”, jelas beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa dana insentif sebesar 350 Le tersebut sengaja dibagikan kepada seluruh mahasiswa yang bertahan tanpa pandang bulu. “Bagi yang sudah dapat beasiswa dan tinggal diasrama, maka disinilah solidaritas dan kebersamaan kita diuji”, harap beliau.

Terkait dengan problema mahasiswa baru dan administrasi perkuliahan, Dubes mengatakan akan berupaya sekuat mungkin mengusahakannya. Beliau juga mengharapkan kerjasama dari seluruh elemen Masisir dalam menyambut kembali WNI yang telah dievakuasi. (Mae)

17.56 | Posted in | Read More »

Badai Debu, Kondisi Mesir Relatif Aman


Kairo, 15 Februari 2011, badai debu melanda kota Kairo dan sekitarnya. Badai debu ini berlangsung cukup lama, menurut pantauan wartawan kmjmesir.com badai berlangsung semenjak dini hari menjelang subuh hingga sore hari. Badai debu merupakan gejala alam yang menandakan pergantian musim terutama di negara-negara sub tropis seperti Mesir.

Sementara itu kondisi Mesir semakin membaik pasca lengsernya Husni Mubarak dari jabatan presiden. Pertokoan dan jalanan kota kembali ramai, kantor-kantor mulai beraktivitas serta Azhar dijadwalkan akan memulai perkuliahannya pada Sabtu, 19 Februari 2011.

Sejauh ini pemerintahan transisi masih dalam kondisi stabil dan tanpa goncangan. Hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya demo maupun aksi terkait pemerintahan transisi yang berkuasa hingga pemilu bulan September.

Menindaklanjuti keadaan Mesir yang terus membaik pemerintah RI telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan proses evakuasi dan merancang proses pengembalian WNI yang dievakuasi untuk kembali ke Mesir. WNI yang telah dievakuasi diminta untuk melengkapi dokumen perjalanan maupun visa, terhitung satu bulan semenjak ketibaan mereka di Tanah Air.

Sedangkan bagi WNI khususnya mahasiswa yang masih bertahan di Mesir akan diberikan beasiswa khusus sebesar 350 pound Mesir selama 3 bulan berturut-turut. Hal ini tidak lain untuk meringankan biaya hidup maupun kebutuhan sementara mereka hingga keadaan normal kembali.

Info lebih lanjut tentang penanganan WNI dapat diakses di http://indonesiacairo.org/index.php?option=com_content&view=article&id=911%3Asiaran-pers-satgas-penanganan-wni-di-mesir&catid=29%3Aspeechs&Itemid=56. (Mae)

08.48 | Posted in | Read More »

Mubarak Berhenti Dititik 18, WNI Diminta Tetap Waspada


Kairo, 11 Februari 2011, Husni Mubarak resmi mengundurkan diri dari jabatan presiden Mesir. Pengunduran diri Mubarak ini disampaikan oleh vice president, Omar Suleiman pada pukul 18.05 CLT. Dalam pengumumannya Omar Suleiman mengatakan bahwa kekuasaan sementara dipegang oleh Majlis A’la Lilquwwatil Musallahah (Majlis Tertinggi Kekuatan Militer).
Pengunduran diri Mubarak ini disambut sukacita diseantero Mesir. Penduduk Mesir keluar rumah dan merayakannya dijalanan, tempat keramaian, alun-alun kota dan bundaran-bundaran. Mereka berteriak, menangis haru dan berkonvoi untuk merayakan perjuangan berat yang telah mereka lewati sampai hari ke-18 revolusi. Akhir dari sebuah revolusi, namun pekerjaan rumah terhadap transisi pemerintahan kedepan.
Sementara itu di bilangan Rab’ah, daerah sekretariat KMJ Mesir, tampak keramaian terpusat di perempatan jalan. Ratusan bahkan ribuan manusia berkumpul dan merayakan pengunduran diri Mubarak. Warga KMJ Mesir yang berada di posko pun tak luput menyaksikannya dan membaur dengan kebahagian penduduk Mesir. Semua berteriak, “Masr huryah..! Masr huryah!”, Mesir telah merdeka!.
Terkait dengan pasca pengunduran diri Mubarak, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kairo menghimbau kepada seluruh WNI untuk tetap tenang dan waspada. Juga WNI diminta untuk membawa identitas diri setiap keluar rumah, menghindari tempat-tempat konsentrasi massa serta memperhatikan dan menaati peraturan negara setempat.
Kedepannya, tidak ada yang mengetahui stabilitas keamanan dan kondisi negara Mesir selanjutnya. Untuk saat ini KMJ Mesir masih menunggu kebijakan evakuasi dari pemerintah RI. WNI harus tetap waspada dan menyimak perkembangan situasi kedepan. Semoga saja transisi pemerintahan Mesir berjalan aman dan lancar. (Mae)

13.10 | Posted in , | Read More »

Sepenggal Cerita di Hari pergolakan

Senin ini saya memberanikan diri untuk keluar rumah. Ini merupakan pertama kalinya saya keluar rumah setelah menjadi “tahanan rumah" selama pergolakan Mesir. Visa yang sudah kadaluarsa pada 3 Januari kemarin membuat saya memilih untuk tidak keluar rumah dulu dengan alasan banyaknya penangkapan dan keamanan diluar yang tidak menjamin, apalagi tidak memiliki visa.

Bukan karena malas antrian di kantor imigrasi Bu’uts, tapi lebih kepada tidak memiliki waktu untuk memperpanjang visa selama masa ujian di bulan Januari kemarin.

Setelah mendengar kabar dari salah satu teman Masisir (Mahasiswa Indonesia Mesir) yang mengatakan keadaan diluar cukup aman ketika siang hari, saya mencoba untuk mengurus visa dan kebutuhan kuliah saya sebelum dievakuasi, bermodal passport dan kerneh (kartu mahasiswa).

Jalanan masih sepi pada pagi itu walaupun angkutan umum dipenuhi penumpang, mungkin dikarenakan belum banyaknya angkutan umum yang beroperasi. Tank-tank dan tentara Mesir dengan bayonet kebanggaan mereka tampak disetiap persimpangan dan daerah keramaian. Alhamdulillah tidak ada kendala apapun sampai di Dirasah, salah satu lokasi Universitas Al-Azhar.

Tetapi ada yang mengejutkan sesampainya di kampus. Kampus masih sepi dari wafidin (mahasiswa asing) selain Indonesia, tapi disana ada puluhan mahasiswa asal Indonesia dengan berbagai kepentingan kuliahnya.

Ohya, tujuan saya ke kampus adalah untuk mendapatkan tasdiq (syarat untuk mengajukan visa) yang harus diambil diperkuliahan masing-masing. Setelah sabar antrian sambil berdiri dari 09.00 pagi hingga pukul 14.30 siang waktu setempat, saya harus puas dengan membayar biaya tasdiq saja, tanpa mendapatkannya. Leletnya pegawai terkait dan antrian yang membludak serta tidak jelas membuat saya hanya bisa bersabar, sabar sebab esok masih bias diurus lagi, mudah-mudahan.

Pulang dari kampus dengan perasaan yang tidak jelas. Urusan yang tertunda dan berita adanya pemeriksaan dijalanan menimbulkan kekhawatiran, khawatir visa akan dipermasalahkan ketika pemeriksaan.

Disekitar kampus ketika perjalanan pulang saya memperhatikan sekeliling saya. Daerah kampus lumayan aman dibanding daerah lain. Tank-tank dan tentara berbayonet tidak tampak disekitar kawasan kampus. Yang ada hanya polisi yang telah mengisi kembali pos jaga mereka seperti hari biasa ketika keadaan normal. Hati saya bertanya, “apakah Mesir sudah benar-benar mulai aman??”.

Alhamdulillah tidak ada pemeriksaan sama sekali ketika perjanan kembali kerumah. Teman disamping saya nyeletuk “kalau kamu malam hari lewat sini kamu udah menjalani 4-5 kali pemeriksaan, ini karena masih siang aja dan diluar jam larangan”.

Sesampai di rumah, sekretariat Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir, dan juga posko sementara WNI yang belum dievakuasi, tampak beberapa teman saya sedang menyiapkan barang dan keperluan untuk evakuasi pada gelombang ke-empat besok setelah mendapatkan hak seat mereka yang diurus oleh kekeluargaan.

Pikiran saya berkecamuk, kenapa saya tidak dievakuasi secepatnya saja tanpa memikirkan visa seperti banyak yang terjadi pada gelombang evakuasi sebelumnya. Bukankah Tim Evakuasi telah memberitakan bahwa evakuasi cukup dengan passport dan berkeinginan saja. Bukankah pemerintah kita sudah menjamin kembalinya kita ke negeri Musa ini. Kenapa saya harus repot seperti ini sebelum dievakuasi.

Jujur saja, saya merupakan orang yang tidak ingin repot dalam berurusan. Visa mati dan belum mendapatkan tasdiq akan menimbulkan kendala dikedepannya. Semoga saja jaminan yang dikeluarkan oleh pemerintah kita telah dikaji mendalam dan memiliki pertanggungjawaban. Sehingga ribuan kasus yang sama seperti saya akan ditangani dengan baik dan bertanggungjawab. (7 Februari 2011)

By: Wahyu Mas Saputra, mahasiswa Syari'ah Wal Qanun

15.48 | Posted in | Read More »

Memasuki Evakuasi ke VI, Jatah Seat Berkurang


Kairo, 10 Februari 2011, gelombang evakuasi keenam diberangkatkan. Namun pada gelombang keenam ini KMJ Mesir cuma memberangkatkan 5 anggotanya dari 6 jatah seat yang telah disepakati. Setelah dikonfirmasi oleh wartawan kmjmesir.com kepada ketua KMJ Mesir, Ahmad Zaki mengatakan bahwa pengurangan jatah seat ini terjadi akibat bertambahnya kuota Tenaga Kerja Wanita yang belum diberangkatkan, “kemarin kita sudah rapat lagi, dikarenakan masih banyaknya TKW yang belum dievakuasi maka kita sepakat mengurangi seat kita, mereka wanita dan itu prioritas”, ujarnya ketika bincang santai di Aula Rumah Datuk.

Pengurangan jatah seat ini tidak hanya berlaku pada KMJ Mesir saja, tapi kepada seluruh jatah kekeluargaan. Sebagaimana data yang kami dapatkan dari Tim Evakuasi melampirkan bahwa masing-masing kekeluargaan mengalami pengurangan jatah seat sesuai dengan persentase jumlah anggotanya. Hingga kini kami belum dapat mengkonfirmasi persentase yang disetujui oleh masing-masing kekeluargaan tersebut.

Anggota KMJ Mesir yang dievakuasi pada gelombang V, Rabu 9 Februari 2011:

  1. Ahmad Bakri Husain (Muara Jambi)
  2. Muhammad Imron Safuan (Kuala Tungkal)
  3. Jarullah Abdul Satar (Merangin)
  4. Muhammad Haramin (Batanghari)
  5. Rian Cupika (Kerinci)
  6. Norkosin Daiman Jatmin (Muara Jambi)

Anggota KMJ Mesir yang dievakuasi pada gelombang VI, Kamis 10 Februari 2011:

  1. Dumminis Bin Zarkasyi (Bungo)
  2. Sujarwo (Sarolangun)
  3. Hariadi (Kota Jambi)
  4. Lukmanul Hakim (Kuala Tungkal)
  5. Aziz Zaenuri (Merangin)

(Mae)

15.35 | Posted in | Read More »

17 Hari Demo Berjalan, Kondisi Mesir Susah Ditebak


Kairo, 10 Februari 2011. Genap sudah 17 hari berjalannya aksi demonstrasi di Negeri para Nabi ini yang dimulai sejak ahir januari lalu. Aktivitas Masyarakat Mesir yang sempat lumpuh dalam beberapa hari lalu saat ini perlahan sudah mulai berjalan nornamal, kegiatan perekonomian juga sudah mulai beranjak pulih, sebagian besar pasar-pasar sudah mulai ramai kembali, sebagian Bank juga sudah mulai dibuka, Sekolah-sekolah, Universitas-universitas dan para Pegawai Negeri Sipil juga sudah dihimbau pemerintah untuk kembali bekerja seperti biasa.

Meskipun semua aktivitas terlihat sudah mulai berjalan lancar namun masih dalam status terbatas, dalam artian hanya pada waktu-waktu yang diperbolehkan saja. Kegiatan perbankkan sudah mulai berjalan, akan tetapi hanya dibuka dari pukul 10.00 pagi sampai pukul 13.00 seperti yang diberitakan oleh Channel 2 stasiun televisi mesir, begitu juga dengan aktivitas pasar dan transportasi umum hanya beroperasi diluar jam malam yang sekarang diberlakukan dari pukul 19.00 sampai pukul 06.00 pagi.

Sementara itu disetiap sudut kota Kairo ATM ramai diserbu para Nasabah yang mengantri untuk mengambil uang, dan aksi demontrasi di berbagai titik terus berlanjut, di Tahrir Squer, Enppi dan sebagainya. Seperti yang diliput lansung oleh wartawan kmjmesir.com pada pagi tadi tepatnya pukul 09.45 CLT ratusan masa berkumpul didepan gedung Perusahaan Jasa Asuransi Kesehatan milik pemrintah yang berlokasi di Rabaah el-Adawea Nasr City Cairo. Lokasi tersebut tidak jauh dari sekretariat Keluarga Mahasiswa Jambi (red:KMJ) yang juga sama-sama berada di jalan Thayran. Lalu-lintas di jalan Thayran sempat terputus dan di alihkan ke jalan alternatip kedua Yusuf Abbas St. sehingga hal ini membuat sulit ketua KMJ Saudara Ahmad Zaki ZH yang dijadwalkan sore ini pukul 14.00 CLT akan menghadiri pertemuan dengan Bapak Hassan Wirajuda dan Dubes RI untuk Mesir Bapak AM. Fachir dengan para ketua organisasi kedaerahan dan sukarelawan guna membicarakan perihal evakuasi WNI di Mesir. Dikarekankan jalan untuk mencapai lokasi pertemuan tersebut sudah dipenuhi oleh para demonstran.

Selain itu juga di setiap sudut yang menjadi titik-titik rawan pasukan militer Mesir dengan senjata lengkap terus menerus disiagakan, tank-tank baja masih kelihatan menguning disepanjang jalan Kota Kairo guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan sekaligus sebagai pengambil alih keamanan Negara yang selama ini di tangani oleh pihak kepolisian. Dengan semua kondisi seperti ini membuat kondisi Negara Mesir dan kota Kairo khususnya susah ditebak kedepannya. jky

04.04 | Posted in | Read More »

Tidak Jadi Dua Pesawat, Kekeluargaan Terpaksa Anulir Setengah Dari Hak Seat Mereka


Kairo, 8 Februari 2011, seiring dengan tiga gelombang yang sudah diberangkatkan sebelumnya, proses evakuasi sudah semakin membaik. Pada proses evakuasi keempat dan ketiga sudah ada bus yang disediakan untuk transportasi menuju bandara. Begitu juga dari pihak Tim Evakuasi sudah merevisi tiket dengan mengatur nomor seat yang akan ditempati penumpang hingga tidak ada rebutan kursi seperti sebelumnya.

Ada yang mengejutkan pada evakuasi gelombang keempat ini. Dua pesawat yang dikabarkan akan diterbangkan untuk mengevakuasi sisa WNI ternyata hanya diberangkatkan satu pesawat. Informasi yang diperoleh wartawan kmjmesir.com dari ketua KMJ Mesir mengatakan bahwa pesawat yang tidak jadi diberangkatkan tidak diketahui kejelasan beritanya, “kita terpaksa menganulir setengah hak seat kita dari total 12 kursi, tapi rabu besok juga ada pesawat” ujar beliau ketika ditemui dibilangan Rob’ah, sekretariat KMJ Mesir.

KMJ Mesir sesuai dengan rapat konsolidasi antara Tim Satgas, Tim Evakuasi dan beberapa unsur organisasi mahasiswa di Mesir mendapatkan jatah 6 kursi dari satu pesawat yang diberangkatkan. Direncanakan KMJ Mesir akan mendapatkan 12 kursi dari 2 pesawat yang akan diterbangkan pada gelombang keempat. Dikarenakan 1 pesawat di cancel, KMJ Mesir terpaksa menganulir setengah dari jatahnya. Hal ini sedikit banyaknya membuat anggota KMJ yang jatahnya dianulir kecewa. Namun adanya pemberangkatan pada hari rabu lumayan mengobati kekecewaan mereka. “gak apa-apa lah selasa gak jadi berangkat, yang penting dievakuasi dan menyelamatkan diri dulu hingga Mesir aman”, ujar Rian Cupika, mahasiswa asal Kerinci.

Anggota KMJ Mesir yang dievakuasi pada gelombang IV, Selasa 8 Februari 2011:

  1. Kms. M. Syafi’I (Kota Jambi)
  2. Achmad David Kholilurrahman (Sarolangun)
  3. Si Alhusni Ibadatik (Muara Bungo)
  4. Muhammad Sar’i (Kerinci)
  5. Kholikul Ruzik (Batanghari)
  6. Abdul Kadir (Kuala Tungkal)

Anggota KMJ Mesir yang direncanakan akan dievakuasi pada gelombang V, Rabu 9 Februari 2011:

  1. Ahmad Bakri Husain (Muara Jambi)
  2. Muhammad Imron Safuan (Kuala Tungkal)
  3. Jarullah Abdul Satar (Merangin)
  4. Muhammad Haramin (Batanghari)
  5. Rian Cupika (Kerinci)
  6. Norkosin Daiman Jatmin (Muara Jambi)

(Mae)

12.30 | Posted in | Read More »

Alhamdulillah, Bantuan Logistik Datang Juga


Kairo, 5 Februari 2011, bantuan logistik bagi WNI yang belum dievakuasi mulai didistribusikan. Distribusi logistik ini disalurkan melalui posko-posko yang dijadikan sebagai tempat pengungsian WNI terutama sekretariat kekeluargaan berbagai daerah. Sekretariat Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir mendapatkkan bantuan logistik ini untuk pertama kalinya pada Sabtu ini pukul 12.30 siang hari waktu setempat.

Seperti yang dikatakan saudara Kurnia yang menyalurkan bantuan ini ke posko-posko setempat: “KMJ merupakan posko pertama yang kami datangi, kita memulai distribusi Logistik daerah Hayyu Rob’ah dulu setelah itu baru ke posko-posko lainnya”.

Adapun bantuan logistik yang diterima KMJ Mesir untuk pertama kalinya hari ini adalah: 33 dus Indomie, 1 dus Pop Mie dan 2 dus Nasi Kaleng.

Bantuan ini tak ayal memberikan secercah rasa aman bagi warga KMJ Mesir. Aman dalam artian tidak lagi pusing memikirkan kesiapan pangan untuk beberapa hari ke depan sembari menunggu proses evakuasi selanjutnya. Sedangkan evakuasi yang masih berjalan lamban, keadaan Mesir yang semakin mencekam, kekhawatiran orangtua di Tanah Air dan berbagai problem lainnya menimbulkan rasa tidak aman yang sangat membebankan. (Mae)

14.55 | Posted in | Read More »

Evakuasi Gelombang Kedua Diberangkatkan


Kairo, 3 Februari 2011, evakuasi lanjutan (baca: kedua) diberangkatkan ke Tanah Air. Pada evakuasi tahap kedua ini masih diperuntukkan untuk kategori ibu-ibu hamil, ibu-ibu yang mempunyai anak dan anak-anak kecil. Kategori yang diberangkatkan merunut kepada skala prioritas evakuasi. Evakuasi tahap kedua ini diberangkatkan dengan satu pesawat, sama seperti evakuasi sebelumnya.

Sejauh ini, Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir dengan kategori Ibu hamil, Ibu dengan anak kecil dan anak-anak telah dievakuasi semuanya ke Tanah Air. Juga sebagian mahasiswa dengan status suami dan sebagian mahasiswi telah dievakuasi terutama yang tinggal diluar asrama. Mahasiswi asal jambi yang masih berada di Mesir hanya tinggal 3 orang, dan juga 3 orang tersebut bermukim di asrama dengan penjagaan penuh dari pihak asrama. Dan InsyaAllah ketiganya akan diberangkatkan pada evakuasi selanjutnya, berikut kami cantumkan nama ketiga mahasiswi tersebut:

  1. Eka Muliasih (Kota Jambi)
  2. Nurqomariyah (Kuala Tungkal)
  3. Rita Purnamasari Sanik (Kota Jambi)

Untuk evakuasi lanjutan masih dalam konfirmasi pemberangkatan. Pada evakuasi tahap dua ini sudah berjalan cukup baik dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dengan adanya peraturan dan proses evakuasi yang mulai tertib.

Ada hal yang cukup menarik perhatian dan memprihatikan pada evakuasi tahap dua ini, banyak diantara WNI yang akan dievakuasi menangis haru berpisah dari keluarganya yang masih menunggu evakuasi lanjutan. Terutama ibu-ibu hamil yang berat meninggalkan suaminya dikarenakan kekhawatiran akan kesiapan medis dan juga pelindung mereka selama diperjalanan maupun setelah berada di Tanah Air. Hal ini tentu mengundang perhatian kita semua, semoga pihak-pihak yang bertugas maupun Pemerintah Daerah terkait dapat lebih memperhatikan warganya sehingga proses evakuasi dapat berjalan lancar dan tidak terkendala. Semoga.

Nama dan Kabupaten Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir yang diberangkatkan pada evakuasi tahap dua, 3 Februari 2011:

  1. Kundari Susilawati (Kota Jambi)
  2. Attaqi Kms Muhammad Syafi’i (Kota Jambi)
  3. Leni Gusriani (Bungo)
  4. Leinurrahmah El Yasir (Bungo)
  5. Abdurrahman Yusak (Bungo)
  6. Zulfah Abdullah (Kota Jambi)
  7. Zakiyah Binti Said Bin Yahya (Kota Jambi)
  8. Samiyah Said Yahya Asy’ari (Kota Jambi)
  9. Said Bin Yahya Asy’ari (Kota Jambi)
  10. Tarisem Binti Emon (Kerinci)
  11. Lukluk Ulmaknun (Kerinci)
  12. Muhammad Hasan Asy’ari (Kerinci)
  13. Septi Waliana (Kota Jambi)
  14. Adi Sucipto (Kota Jambi)
  15. Helmiranti Napitupulu (Merangin)
(Mae)

14.18 | Posted in | Read More »

Evakuasi Masyarakat Jambi Mesir


Langkah evakuasi yang dilakukan pemerintah RI dalam mengantisipasi dampak pergolakan politik Mesir terhadap Warga Negara Indonesia (WNI), membuat KMJ Mesir berbenah dan mengakomodir keperluan anggotanya. Rumah Datuk yang menjadi sekretariat non permanent Keluarga Mahasiwa Jambi Mesir dijadikan sebagai posko penampungan WNI yang berada disekitarnya.

Berikut kami lampirkan nama-nama Warga Jambi Mesir yang telah dievakuasi pada 1 Februari 2011, pukul 22.45 CLT kemarin:

  1. Mazro’atun (Tebo)
  2. Layin Natusyifa (Tebo)
  3. Sri Maryati (Kuala Tungkal)
  4. Ziyad (Kuala Tungkal)
  5. Adeka Chandra (Merangin)
  6. Nenen Atrida (Merangin)
  7. Salmi Abadi (Batanghari)
  8. Desi Trismayani (Kuala Tungkal)
  9. Najya Rusnan (Kuala Tungkal)
  10. Rumisha Rusnan (Kuala Tungkal)

Sedangkan evakuasi yang direncanakan besok, 3 Februari 2011. Proses evakuasi ini melalui 3 titik pemberangkatan, yaitu: Konsuler KBRI, Rumah permanent Griya Jawa Tengah dan Pasanggrahan Keluarga Jawa Barat. KMJ Mesir telah memasukkan 18 nama anggotanya ke Konsuler KBRI Mesir yang berada di Madinatu Nasr, berikut:

  1. Kundari Susilawati (Kota Jambi)
  2. Attaqi Kms Muhammad Syafi’i (Kota Jambi)
  3. Leni Gusriani (Bungo)
  4. Rahmah (Bungo)
  5. Abdurrahman Yusak (Bungo)
  6. Yurnida Binti Idris (Sarolangun)
  7. Aisyah (Sarolangun)
  8. Muhammad (Sarolangun)
  9. Muhammad Syarif Akmal (Sarolangun)
  10. Zulfah Abdullah (Kota Jambi)
  11. Zakiyah Binti Said Bin Yahya (Kota Jambi)
  12. Samiyah Said Yahya Asy’ari (Kota Jambi)
  13. Said Bin Yahya Asy’ari (Kota Jambi)
  14. Tarisem Binti Emon (Kerinci)
  15. Lukluk Ulmaknun (Kerinci)
  16. Muhammad Hasan Asy’ari (Kerinci)
  17. Mardiah Binti Jalil (Batanghari)
  18. Ammaruddin Bin Hamdani (Batanghari)
(Mae)

07.00 | Posted in | Read More »

Masyarakat Jambi Mesir Aman, Internet Kembali Bisa Diakses


Kairo, 2 Februari 2011, diliput oleh wartawan KMJMesir.com bahwa keadaan masyarakat Jambi yang berdomisili di Mesir dalam keadaan aman keseluruhannya. Panasnya suasana politik dan gangguan stabilitas keamanan di Mesir alhamdulillah tidak berdampak terhadap keamanan warga negara Indonesia Mesir dan Jambi khususnya.

Jaringan Internet yang selama ini diputus pemerintah Mesir kembali bisa diakses hari ini. Hal ini patut disyukuri, dikarenakan minimnya sarana komunikasi dan informasi selama 5 hari terakhir. Jam malam atau larangan keluar rumah, jaringan telfon dan ponsel yang diblokir pemerintah Mesir, menyebabkan sulitnya berhubungan dengan keluarga di Tanah Air dan juga membatasi informasi yang bisa didapat.

Sehari sebelumnya, 10 orang dari Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir dievakuasi ke Tanah Air dan sekarang telah berada di Indonesia. Sedangkan warga Jambi lainnya yang masih berada di Mesir sedang menunggu proses evakuasi selanjutnya. (Mae)

06.07 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels

Support : PemProv Jambi | VISI-KMJ MESIR |
Copyright © 2013. KMJ ASLI - All Rights Reserved
Modifikasi © by Ndek Yar Al-Satirisy