
Derasnya hujan disertai angin kencang mengguyur Mesir hari ini pertanda musim dinginkan segera berlalu akan berganti dengan musim semi. Ruas jalan protokol menjadi basah dan gang-gang kecil dibeberapa perkampungan menjadi becek sampai semata kaki, diiringi dengan teriakan histeris anak-anak Mesir sambil bermain hujan dengan teman-temannya, alangkah senangnya mereka sesekali mendapatkan hujan.
Dengan durasi tidak begitu lama hujan lebat serta angin kencang itu berhenti, sang mentari menampakkan senyuman indahnya dari ufuk timur. Setelah menunggu beberapa menit pemuda itu keluar dari masjid bersama para jemaah sholat Jum'at lainnya menuju rumah mereka masing-masing, seperti biasanya orang-orang Mesir menganggap hari Jum'at adalah hari raya mingguan mereka atau libur akhir pekan, mereka masak masakan yang enak-enak dan menikmatinya bersama keluarga besar mereka.
Menyusuri troktoar pemuda itu terus melangkahkan kakinya, dengan penampilan sederhana dan tidak begitu mecing dan mencolok, wajah yang agak kecina-cinaan, matanya yang sipit dan postur tubuh yang semampai. tak jarang setiap orang Arab yang bersua dengannya memanggil ya shiny, setelah lama berjalan budak melayu berwajah cina ini akhirnya berhentidisebuah minimarket. Didepan pintu market dekat meja kasir pemuda tadi memberi salam dan mendapatkan sambutan hangat dari penjaga mini market itu Iffaddol yamalizy dengan logat Mesir yang bernada tinggi, terdiamlah pemuda itu sebentar, gak ada yang tepat orang Mesir ini, klw gak dibilang Cina ya Malaysia ujar dalam hatinya sambil senyum-senyum, la'ah ana misymalizy ana indunisy, ashly! balas pemuda ini, ooo.. indunisy ahsannas,,,,jawab pemilik mini market sambil memberi pujian serta mengakhiri pembicaraan. Pemuda tadi melanjutkan langkahnya ke lantai dasar yang berada dibawah tanah
Setibanyanya disana ia langsung memilah-milah kentang dan wortel yang kelihatannya begitu segar, karna ukuran kentang-kentang di Mesir begitu besar, pemuda ini agak sulit mencari yang berukuran sedang apalagi yang kecil, setelah mengantongi kentang dan wortel pemuda ini langsung ke tukang daging yang ada dilantai dua market itu, ya ammu kilu laham lausamaht, mafrum wala lahum ady?, laham ady ya ammu, mumkin a'tho' khomasytaasyar?, tukan daging kaget langsung bilang Allah.... lieihyabny katiir awy..leih. lisyurbah ya ammu kaan fi bitna sodiqy katiir bardu, mafisy musykilah yabny, teslam aidak tambah pemuda itu.
Dengan langkah penuh percaya diri dan gembira mendapatkan bahan-bahan yang akan diolahnya menjadi sup kuah. Pemuda ini langsung berjalan menuju meja kasir, pas didepan meja kasir petugas kasir memberikan
isyarat dengan tangannya ditambah dengan kalimat sawany keluar dari dua bibir yang cantik itu. karna kasir tadi lagi sibuk menelpon, sambil menunggu-nunggu duduklah pemuda tadi di atas kursi yang telah disediakan pemilik toko, sesekali ia mengalihkan pandangannya menuju pintu dekat meja kasir.
Masuklah cewek Mesir bersama bapak serta ibunya dan berjalanlah sekeluarga tadi didepan pemuda itu lalu cewek cantik tadi memberikan senyuman sambil melambaikan tangannya, kemudian dibalas lagi oleh pemuda tadi dengan senyuman dan lambaian tangan pula, melihat kejadian ini bapak cewek tadi menahan istrinya untuk berhenti pas di depan pemuda tadi, cewek cantik tadi tak henti-hentinya melambai-lambaikan tangan nya memberikan isyarat mintak dipeluk.
Kemudian pemuda ini berdiri sambil membalas senyumannya lalu memeluk cewek cantik tadi dan menciumnya dengan penuh kasih sayang. ibuk dan bapaknya tercengan melihat adegan ini, orang-orang yang berada dalam mini market lalu-lalang tanpa menghiraukan kejadian itu. setelah lama berpelukan lalu pemuda tadi meminta ciuman balasan kecewek tadi ia pun menurut sambil ketawa dengan riang gembira sebelum melepaskan pelukannya.
Terdengar sayut-sayut sampai suara kasir memangil namanya ya,, roy,,, taala, sampai dua kali kasir itu menyebut namanya, kemudian ia hendak melepaskan pelukannya dengan cewek cantik lagi imut ini namun cewek tadi tidak mau untuk dilepaskan dari pelukan Mahasiswa Al-Azhar ini, seakan-akan ia tidak mau berpisah dengannya, sehingga ibu cewek tadimemisahkan pelukan mereka, cewek itupun menangis tersedu-sedu.
Pemuda tadi menayakan namanya, sofia jawab ibunya sekarang dia baru berumur empat belas Bulan dia adalah putri pertama kami tambah bapaknya. Ibunya bilang, selama ini anak kami tidak mau akrab sama orang lain bahkan orang-orang terdekat kami seperti pamanya, kakek dan neneknya. kenapa dengan orang seperti anda dia begitu cepat jatuh hati. Pemuda itu cuma tersenyum kepada bapak dan ibu sofia.
Dia hendak meninggalkan mini market ini setelah berbincang-bincang banyak dengan keluarga sofia, ia merasa sangat dekat dengan keluarga kecil itu, bahkan bapak sofia memberinya kartu nama dan menyuruhnya datang berkunjung kerumah mereka.
Senyuman anak balita seusia Sofhia bukanlah senyuman gombal ataupun rayuan, tidak lain adalah senyuman yang terlahir dari sebuah ketulusan dari hati paling dalam yang tidak diberikan kesemua orang. balita yang begitu polos dapat menebak isi hati seseorang dan merasakan aura-aura fositif yang dimilikiorang-orang dewasa.Wallahu a'lam
-----------------------
Arti Kata-kata :
Iffaddol ya malizy = silakan wahai orang malaysia