PETA POTENSI PELAJAR DAN MAHASISWA/I JAMBI DI MESIR
Oleh. H. Eka Adi Candra, Lc
KMJ (Keluarga Mahasiswa Jambi) berdiri pada hari Ahad tanggal 19 Muharram 1407 H, yang bertepatan dengan 23 September 1986 M di Kairo. yang berdiri secara resmi dibawah KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan PPMI ( Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir. Ide awalnya hanya sebagai wadah silaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Sebelum adanya organisasi Keluarga Mahasiwa Jambi (KMJ), komunitas mahasiswa Jambi bernaung di bawah Keluarga Sumatra Selatan dan Sekitarnya (KEMASS). Namun, pada waktu yang tidak dapat di reka dan diprediksikan komunitas asal Provinsi Jambi mencoba untuk membentuk organisasi sendiri, hal ini mengingat kuantitas pelajar dan mahasiswa/i asal daerah Jambi yang semakin bertambah pada tiap tahunnya.
Sebelum tahun 90-an, bisa dikatakan jumlah anggota KMJ Mesir sangat minim sekali. 10 tahun berikutnya (1990-2000), jumlah anggota meningkat secara signifikan. Pada tahun 2000 sampai sekarang, jumlah anggota semakin meningkat, sehingga hal ini membutuhkan perhatian dan kontrol yang serius dari semua pihak.
Keberadaan jumlah anggota, pada hakikatnya sangat mempengaruhi terhadap pola interaksi dan kebijakan organisasi yang dialami. Mulai dari bentuk kemasan kegiatan, kecenderungan berpikir, maupun pengelolaan Sumber Daya Anggota. Adanya kecenderungan yang beragam, tidak bisa dipisahkan dari tuntutan dan realitas zaman yang dihadapi masing-masing generasi.
Kondisi ini sangat kontras sekali dengan kondisi sosial dan kesejahteraan anggota KMJ. Hampir 90% dari anggota KMJ tidak berbeasiswa. Kondisi ini sedikit banyaknya mengganggu proses belajar anggota, khususnya yang tidak berbeasiswa.
Problematika ini senantiasa menjadi bahan pemikiran bagi anggota KMJ yang bersemangat melanjutkan studi dan punya prestasi akademik, karena kekhawatiran minimnya kondisi finansial mereka. Benturan-benturan ekonomi seperti ini cukup sulit ditanggulangi oleh KMJ.
Dengan kondisi ekonomi pelajar dan mahasiswa/i diatas, tidak memungkinkan bagi KMJ untuk menuntut banyak kepada anggotanya dalam penggalangan dana demi lancarnya kegiatan KMJ dan suksesnya Pengadaan Rumah Jambi.
Melonjaknya jumlah anggota KMJ dalam 6 (enam) tahun terakhir, setidaknya mengindikasikan nilai positif mutualis. Bukan saja dari segi prestisi akademik, tapi juga dalam pembekalan kualitas keilmuan. Yang berarti, bahwa tingkat kebutuhan masyarakat Jambi di Indonesia lebih besar akan kehadiran kader yang berkualitas secara keilmuan, dan mempunyai integritas diri yang mapan, khususnya dalam bidang pemahaman keagamaan.
Dengan demikian, bahwa pelajar dan mahasiswa/i daerah Jambi yang berada di Mesir adalah sebuah keharusan untuk dijaga dan dibina demi kepentingan masyarakat Jambi. Jangan sampai, pelajar dan mahasiswa/i daerah Jambi lebih memilih daerah lain sebagai pangkal dan titik tolak pengabdian di masyarakat.
Alhamdulillah prestasi pelajar dan mahsiswa/i Jambi dari tahun ke tahun terus meningkat, ini di karenakan semangat belajar pelajar dan mahsiswa/i Jambi di Mesir semakin kuat dan bersemangat untuk di persembahkan ke tanah kelahiran yang tercinta.
