Breaking News:

Dukung Timnas, Masyarakat Jambi Mesir Adakan Nobar


Euforia kebangkitan Tim Nasional Indonesia seperti merambah jauh ke Kairo. Tidak luput juga Masyarakat Jambi yang sedang menjalankan studinya di Mesir ikut meramaikan hingar bingar pesta sepakbola Asia Tenggara tersebut. Diliput oleh wartawan kmjmesir.com acara Nobar ini mendapat antusias dari masyarakat Jambi disela-sela persiapan menghadapi ujian Semester 1 Al-Azhar.

Bertempat diaula Rumah Datuk, dengan menggunakan fasilitas streaming via internet cukup mengobati perasaan rindu akan Tanah Air para anggota. Nasionalisme yang sedikit meredup dikarenakan berada jauh dinegeri orang seakan meluap dengan euforia yang ada. Lagu kebangsaan dan yel-yel kemenangan ikut diteriakkan penonton disela-sela pertandingan.

Meski hasil di leg pertama distadion Bukit Jalil cukup mengecewakan, nada optimis juga dilontarkan penonton. Senior KMJ dan juga seorang penyair melayu Jambi, abang Ahmad David Kholilurrahman yakin dengan perjuangan yang akan dijalani pemain Timnas di GBK pada 29 Desember nanti, “5-1 pada fase group bukan mustahil akan diulangi lagi”, ujarnya optimis. Begitu juga dengan ketua KMJ, Ahmad Zaki, tidak meragukan sedikitpun kemampuan Timnas jika berlaga di GBK, “memang sulit untuk mengejar defisit 3 gol, tapi melihat perjalanan Timnas selama Turnamen ini saya cukup yakin Indonesia akan membalikkan keadaan” harap beliau.

Well, bagaimana dengan prediksi anda? Berapapun prediksi yang kita bayangkan, harapan akan kemenangan dan menjuarai piala AFF Suzuki CUP tentu menjadi asa dan harapan kita semua. Selamat berjuang Timnas, 90 menit kedepan menjadi do’a kita semua. –mae-

07.45 | Posted in | Read More »

Pelatihan Memasak, "Patah tumbuh, hilang berganti"

Pelatihan Memasak, Patah tumbuh, hilang bergantiSebenarnya tidak ada yang istimewa dalam pelatihan kali ini. Bagi anda yang sudah terbiasa meracik bahan dapur dan menjadikannya sebagai santapan lezat, insting dan kemauan untuk mengolah bahan-bahan dapur menjadi representasi dari pembelajaran memasak. Begitulah ucapan salah satu pemateri dalam acara pelatihan memasak kemarin.
Esensi dari pelatihan kemarin adalah bagaimana KMJ Mesir dapat melanjutkan sinergi positif yang ada selama ini terutama dibidang pengkaderan. Yang sudah berpengalaman akan membagi sebagian dari penggalan cerita hidupnya, yang sudah berdikari akan memberikan tips suksesnya, yang muda akan banyak bertanya dan menemukan jawabannya. Diharapkan dengan adanya kesinambungan sinergi akan menciptakan kader dan masyarakat Jambi Mesir yang memiliki integritas dalam berbagai pranata kehidupan.
Mendatangkan pemateri yang memiliki kapabilitas dibidang olah-racik kuliner Indonesia dan juga notabenenya sebagai senior KMJ, Abang H. Kms. M. Syafi’I, Lc, Abdul Halim Abdul Salam, dan Cik Tauhid Rambe. Materi yang diangkat antara lain: Ayam bakar, Ayam kecap, Rendang, Ayam goreng, Kari ayam dan Gulai ayam.

Acara pelatihan ini mendapat respon positif dari peserta. Terlihat dari antusias dan keseriusan peserta dalam menyimak materi yang disampaikan. Peserta pun diberi kesempatan untuk mempraktekan langsung materi yang disampaikan dengan bimbingan dari pemateri.

Seusai pelatihan, peserta dan pemateri dapat menikmati hasil olah tangan mereka. Berbagai macam materi yang sudah disampaikan menghasilkan berbagai macam kuliner lezat siap santap. Acara pelatihan diakhiri dengan makan bareng peserta dan pemateri diaula Rumah Datuk.

23.59 | Posted in | Read More »

Berfikir Kreatif, Manusia Garda Depan


Oleh: Ahmad Zaki ZH

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mencapai suatu tingkat klimaks yang sangat besar, di Amerika dan Jepang misalnya, para masyarakat sudah hidup dengan segala macam bentuk kemajuan, di Eropa manusia terus-menerus menemukan hal-hal baru dalam solusi dari berbagai macam problem kehidupan dan kemaslahatan universal, jelas dengan solusi terbaiknya dipersembahkan untuk semua kalangan yang bisa dinikmati oleh masyarakat Dunia.

Kita bisa melihat dan mengamati fakta yang ada disekitar kita, segala bentuk fasilitas, sarana dan prasarana, kemudahan dalam beraktifitas, penunjang dalam menjalankan ibadah, mu'amalah, sosial dan sebagainya, dengan tidak sedikit berlebihan dan dengan tidak di sertai rasa munafiq, semua yang kita nikmati itu adalah merupakan hasil dari sebahagian bahkan kebanyakan dari hasil proses kreatifitas berfikirnya saudara kita yang non muslim. Semua itu dicapai dengan latar belakang adanya rasa butuh terhadap sesuatu yang baru dalam menghasilkan solusi kehidupan, terkadang bisa juga terlatar belakangi atas dasar kreatifitas dalam berfikir, dengan melihat dan mengamati semua fakta dan realita keadan yang ada di sekitarnya. Atau bisa juga dengan menemukan suatu masalah yang solusinya adalah hal yang belum ada, sehingga solusi tersebut menjadi sesuatu mamfaat baru bagi masyarakat Manusia. Begitulah seterusnya segala macam dasar pemikiran dan alasan setiap individu dalam melihat dan menemukan hal yang terbaik untuk kesejahteraan hidupnya hari kehari. Yang jelas semua konsep dasar pemikiran tersebut tidak jauh dari ruang lingkup seseorang dalam hal "Bagaimana" Kita menggunakan akal fikiran yang telah dianugerahkan oleh Tuhan semseta alam ini, yang-Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha dari segala yang-Maha, dimana dari segala bentuk ciptaan-Nya mengandung suatu rahasia dan informasi yang padat akan ilmu pengetahuan, sehingga Kita dituntut untuk berfikir dan mentadabburi dari semua itu.

Ada banyak cara dan teori dalam mencapai predikat seorang manusia yang mempunyai proses berfikir kreatif, diantaranya seperti yang di ungkapkan oleh Bobbi De Porter, seorang pendiri Burklyn Bussiness School, sebuah sekolah bisnis garda depan yang mengajarkan tata cara Bisnis Tradisional dengan metode atau cara Non Tradisonal, bahwa kita harus melihat sesuatu dari segala sudut pandang, yang ahirnya nanti akan menemukan suatu solusi yang terbaik dalam masalah itu. Contoh sederhana, ketika kita pertama kali menemukan sebuah gambar di pinggir jalan di samping tumpukkan sampah, yang sebenarnya gambar itu indah, tapi disaat kita melihat gambar terebut posisi sebenarnya terbalik atau dalam posisi yang salah. Kita tidak akan pernah menemukan keindahan gambar itu jika kita melihatnya dalam posisi itu saja tanpa memutarnya sedikit pun. Namun kita baru akan menemukan keindahan dari gambar tersebut dengan bentuk yang indah, jika gambar itu kita putar posisinya ke kanan, ke kiri, keatas dan kebawah, kita bolak-balikkan sedemikian rupa sehingga kita menemukan posisi yang seharusnya dari gambar itu, baru lah kita akan bilang "o ternyata ini lukisan seekor singa toh" yang mungkin tadinya sangkaan kita adalah hanya sebuah kertas sampah tidak berguna.

Dalam islam, ini senyawa dengan teori Fiqh Muqorin dalam menyelesaikan suatu hukum, dimana di sana kita tidak melihat siapa yang berkata, akan tetapi apa yang ia katakan, dan sejauh mana kekuatan bukti-bukti baik berupa fakta, atau sejumlah potongan informasi-imformasi yang kuat terhadap masalah yang dibicarakan, yang selanjutnya berdasarkan pertimbangan dari segala sudut, dalil naqli, aqli dan kemaslahatan umum sesuai dengan kaedah-kaedah fiqh. Ini semua menurut penulis adalah merupakan sebuah metode yang telah Islam ajarkan kepada ummatnya dalam menyelesaikan perkara agama mereka, sehingga berindikasi kepada pemunculan fatwa-fatwa dan hukum-hukum baru yang tidak ada di zaman sebelumnya. Pun juga dalam segala bentuk sendi kehidupan Ummat Islam, sehingga kita terlatih untuk selalu berfikir secara kreatif yang nantinya juga akan berpengaruh kepada penemuan solusi yang terbaik dalam masalah kehidupan duniawi Ummat Islam ini, baru lah nanti kita akan menikmati micropon untuk mengumandangkan panggilan adzan dengan hasil dari tangan masyarakat kita sendiri, barulah kita akan pergi haji dengan pesawat yang merupakan hasil dari proses berfikir nya saudara kita seagama dan seterusnya. Ahirnya kita sama-sama berharap, berusaha dan berdoa, semoga kita semua dan Ummat Islam pada umumnya mampu menjadi Ummat yang bersaing ditengah-tengah teriknya tuntutan zaman, karna kita yakin bahwa Islam itu agama yang Maslahah likulli zaman wa makan. Wallahu'alam..
*Mahasiswa Tingkat IV Fakultas Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar.

01.26 | Posted in | Read More »

Prosedur Pendaftaran Universitas Al-Azhar Mesir

Biasanya, bagi kebanyakan calon Mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studynya di al-Azhar, segala macam proses pendaftaran, birokrasi dan administrasinya sudah menjadi tanggung jawab Broker (Petugas Perantara yang dibayar) yang menjalankan sampai titik terahir sang calon Mahasiswa yang diurus hingga menduduki bangku kulyah. Namun ada juga di antara calon Mahasiwa Azhar yang medaftarkan dirinya sendiri dengan prosedur-prosedur yang telah ditentukan.

PROSEDUR PENDAFTARAN

I. Untuk Program Strata 1 (S1)

A. Berkas dan Persyaratan yang diperlukan:

- Ijazah (Asli)
- Transkip Nilai (Asli)
- Akte Kelahiran ( Asli)
- Fotocopy Paspor
- Pas Photo ukuran 4 X 6 sebanyak 20 lembar (7 Untuk Pendaftaran, 3 lembar untuk lapor diri di Konsuler KBRI, 3 lembar untuk lapor pendidikan di Atdikbud KBRI, 3 lembar untuk daftar di Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Mesir (PPMI-Mesir), dan 2 lembar untuk PMIK- PPMI).
- Isian untuk identitas pribadi lengkap (Nama, tempat tanggal lahir, alamat lengkap di indonesia, jenis kelamin, jenjang pendidikan, nama kedua orang tua, alamat orang tua dan pekerjaannya, nama kakek).
- Isian untuk tiga pilihan fakultas untuk diprioritaskan.

B. Waktu dan tempat pendaftaran

Biasanya waktu pendaftaran dimulai dari tanggal 1 smpai dengan 30 September, yang bertempat di Kantor Urusan Mahasiswa Asing, pada kantor centralnya Islamic Reseach Academy Al-Azhar atau yang sering dikenal dengan sebutan Muraqib atau Mugamma' Buhust al-Islami tepatnya di Nasr City Cairo.

C. Kronologi Proses Pengurusan

1. Penterjemahan Berkas

Menterjemahkan berkas-berkas berikut kedalam Bahasa Arab:
- Ijazah Asli
- Transkip Nilai Asli
- Akte Kelahiran

2. Legalisir Berkas ke KBRI

- Melegaliris Ijazah asli, transkip nilai asli dan akte kelahiran asli ( disertakan pula fotocopynya masing-masing tiga lembar dari setiap berkas)
- Melegalisir terjemahan ijazah (kecuali yang bagi ijazah asli yang sudah berbahasa arab), melegalisir terjemahan transkip nilai (kecuali yang sudah berbahasa arab), melegalisir terjmahan akte kelahiran (masing-masing berkas rangkap tiga).
- Ijazah dan transkip nilai dilegalisir oleh Konsuler dan Atdikbud, sedangkan akte kelahiran hanya di legalisir oleh Konsuler. Selanjutnya satu berkas ijazah, transkip nilai dan akte kelahiran tiap MABA diserahkan kepada Atdikbud KBRI sebagai arsip.

3. Legalisir Berkas ke Kharijiyah (DEPLU Mesir)

Berkas-berkas yang harus dilegalisir oleh pihak Khorijiyah sebagai berikut:
- Kalau Ijazah Asli yang sudah berbahasa Arab dengan biaya kurang lebih Le. 11 Pound Mesir
- Kalau Ijazah Asli yang tidak berbahasa Arab dilegalisir beserta terjemahan Arabnya dengan biaya kurang lebih Le.22 Pound Mesir.
Dua Ijazah tersebut diatas dengan persyaratan sebagai berikut:
* Ijazah yang sudah dilegalisir oleh KBRI
* Terjemahan Arab Ijazah yang berbahasa Indonesia, yang sudah dilegalisir oleh KBRI.
- Akte kelahiran asli

4. Pe-Mu'adalah-an (Penyertaan) Ijazah di Muraqib ( Bagian pengawas)

Pemu'adalahan Ijazah ini di laksanakan di Muraqib, (gedung Mugamma' Buhust Islami, Nasr City-Cairo) di bagian Ta'dil Syahadah (Penyertaan Ijazah) yang bertempat di lantai 4 dengan melengkapi persyaratan sebgai berikut:

* Surat Rekomendasi yang dikeluarkan oleh pikah KBRI dan dibawa oleh Mandub Sifarah (Perwakilan dari KBRI) untuk memudahkan proses pemu'adalahan, atau juga boleh tanpa ada perwakilan dari KBRI (tergantung loby birokrasi kita).
* Thalab mu'adalah (Surat permohonan untuk mu'adalah, biasanya formatnya sudah ia sediakan) kemudian Thalab tersebut harus diberi Damghoh 'Adi (Materai biasa) senilai Le. 1 Pound Mesir.
* Ijazah asli beserta terjemahannya (bagi yang tidak berbahasa Arab) yang sudah dilegalisir KBRI dan Khorijiyah tadi, berkas-berkas tersebut juga harus dibubuhi Damghoh (Materai) masing-masing senilai Le. 1 Pound Mesir.
* Fotocopy Ijazah asli dan terjemahannya (bagi yang tidak berbahasa Arab) yang sudah dilegalisir oleh KBRI dan Khorijiyah Masing-masing satu berkas.
* Fotocopy Transkip nilai Asli dan terjemahannya (bagi yang tidak berbahasa Arab) yang sudah dilegalisir oleh KBRI satu berkas.
* Fotocopy Akte kelahiran Asli dan terjemahannya (bagi yang tidak berbahasa Arab) yang sudah dilegalisir oleh KBRI satu berkas.
* Fotocopy Paspor satu berkas.
* Semua berkas fotocopy diatas dimasukkan kedalam Malaf (Map) yang di klip menjadi satu.

Catatan:

-Semua Berkas Diatas akan diambil oleh bagian Ta'dil di Muraqib kecuali ijzah asli dan terjemahannya akan dikembalikan kepada panitia setelah di mu'adalahkan.
- Untuk berkas-berkas yang sudah berbahasa Arab dari Aslinya dengan persyaratan seperti diatas, tidak usah menyertakan terjemahan.
- Semua ijazah yang sudah dimu'adalahkan dan dikembalikan kepanitia, sebaiknya di copy dua rangkap untuk persiapan proses pendaftaran berikutnya.


5. Persiapan Pendaftaran

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam persiapan pendaftaran ini adalah sebagai berikut:

- Membeli Madzruf (Amplop besar/map) pendaftaran kepada KBRI dengan harga kurang lebih Le. 31,50 Pound Mesir, yang berisikan: Bithaqah Ikhtiari (Kartu pemilihan fakultas), Thalab Iltihaq bi Kulliyah (Permohonan pendaftaran study), Bayanat Thalib Wafid Mustajid (Surat Keterangan Mahasiswa Asing Baru), stiker pilihan fakultas, dan sebuah buku panduan untuk MABA.
- Pengisian Madzruf pendaftaran oleh panitia.
- Bithaqah Ikhtiyar untuk Mahasiswa (Thalib) berwarna abu-abu, sedangkan untuk Mahasiswi (Thalibah) berwarna kuning.

6. Pendaftaran ke Maktab Tansiq Qabul (Kantor Penerimaan Pendaftaran)

Pendaftaran dilakukan di empat (4) tempat yang berbeda, dengan persyaratan sebagai berikut:

- Madzruf (Map/amplop besar) yang sudah diisi berkas lengkap.
- Bithaqah Ikhtiyar Yang sudah diisi dan ditempeli stiker fakultas pilihan lengkap (untuk mahasiswa berwarna abu-abu, dan untuk mahasiswi berwarna kuning)
- Thalab Ittihaq bi al-Kulliyyah (Berwarna hijau).
- Bayanat Thalib Wafid Mustajid (Surat ketrangan mahasiswa asing baru) berwarna putih yang sudah dibubuhi Damghoh (Materai) senilai Le. 1 Pound Mesir dengan rincian 10 Piaster dan 90 piaster, dan juga sudah ditempeli pas photo 4 X 6 satu lembar.
- Ijazah Asli dan terjemahannya bagi yang tidak berbahasa Arab.
- Transkip nilai asli dan terjemahannya bagi yang tidak berbahasa arab, yang semuanya sudah dipastikan dilegalisir.
- Fotocopy ijazah asli dan terjemahannya bagi yang tidak berbahasa Arab.
- Fotocopy transkip nilai asli dan terjemahannya bagi yang tidak berbahasa Arab.
- Fotocopy Akte Kelahiran asli dan terjemahannya, pastikan sudah dilegalisir.
- Pas photo ukuran 4 X 6 sebanyak tujuh (7) lembar (satu ditempelkan pada Bayanat Thalib Wafid Mustajid tadi)
- Fotocopy Paspor sebanyak tiga (3) rangkap.
- Semua persyaratan diatas dimasukkan kedalam Madzruf dan selanjutnya diserahkan kepada petugas, yang kemudian petugas tersebut akan membaginya ke ruangan Tansiq masing-masing.
- Menunggu keluarnya Ishol (Kwitansi bukti pendaftaran, yang juga dijadikan sebagai surat permohonan visa study untuk masuk mesir)
- Setelah tiba di Mesir para mahasiswa baru diwajibkan tes yang diadakan oleh al-Azhar, jadi secara tidak lansung tes DEPAG tersebut tidak dianggap oleh pihak al-Azhar sendiri, dengan dalil bahwa jikalau mahasiswa baru yang tidak lulus dalam tes al-Azhar di Mesir ini, maka dia tidak bisa menduduki bangku kulyah.

II. Untuk Program Strata 2 (S2)

Untuk calon Mahasiswa pasca sarjana ini, sama dengan proses pendaftaran seperti yang Strata 1 (S1) di atas, hanya saja ada beberapa perbedaan dalam berkas2 tertentu, seperti Ijazah dan transkip nilai, tentu harus memakai ijazah dan transkip nilai Strata 1 (S1) yang sudah ia selesaikan.

Demikian lah prosedur pendaftaran untuk memasuki Universitas al-Azhar, yang selanjutnya setelah itu semua tinggal menunggu Ishol turun sembari mempersiapkan diri dengan segala sesuatunya untuk proses keberangkatan di Indonesianya. Mulai dari permohonan Visa Entry (Masuk), pengurusan tiket dsb.

15.44 | Posted in | Read More »

Fakultas-Fakultas di Universitas Al-Azhar

Fakultas-Fakultas di Universitas Al-AzharPada tahun 1930 Universitas al-Azhar hanya memiliki tiga fakultas, yaitu: Fakultas Ushuluddin, Syari'ah dan Bahasa Arab. Namun semenjak tahun 1961, didirikan lah berbagai fakultas lain, juga pada tahun ini pula lah dimulai adanya Kulliyah al-Banat (kulliyah untuk putri), namun untuk teknik perkulyahan tetap diadakan secara terpisah antara kampus kullyah putri dan kampus kulliyah untuk putra, dengan sangat berjauhan sampai-sampai berbeda kota.

Secara detail, fakultas-fakultas yang ada di Universitas al-Azhar hingga saat ini adalah sebagai berikut:

A. FAKULTAS-FAKULTAS UNTUK PUTRA

1. Fakultas Ushuluddin

Fakultas ini memiliki empat jurusan pada strata 1 (S1) maupun Strata dua (S2) yaitu jurusan: Tafsir dan 'Ulumul Qur'an, Hadist dan Ilmu Hadist, Aqidah dan Falsafah, Da'wah wa al-Tsaqofah al-Islamiyah. pada masa kulyah S1 penjurusan dimulai sejak tingkat III.

2. Fakultas Syari'ah Wal Qonun

Fakultas ini untuk jenjang Strata 1 (S1) hanya memiliki dua jurusan, yaitu: Jurusan Syari'ah Islamiyah, dan Jurusan Syari'ah wal Qonun. Sedangkan pada masa Strata 2 (S2) Fakultas ini memiliki enam jurusan, yaitu: Jurusan Ushul Fiqh, Siyasah Syar'iyah, Fiqh Muqorin, Fiqh 'Ama, Qonun 'Am, dan jurusan Qonun Khash. (Untuk jurusan qonun 'am dan qonun khash baru ada pada tahun ajaran 2000/2001 dan pada tahun 2005/2006 ditiadakan lagi).

3. Fakultas Bahasa Arab

Pada Fakultas Bahasa Arab, untuk strata 1 (S1) ada empat jurusan, yaitu: Syu'bah 'Ammah (Umum), Tarikh (Sejarah), Shahafah wal 'ilam (Peradaban dan jurnalistik). Untuk penjurusan dimulai sejak Tingkat I (Pertama). Sedangkan untuk Strata 2 (S2) jurusan yang ada yaitu: Al-Balaghoh wa al-Naqd, al-Adab wa al-Naqd, Lughowiyyah (Nahwu, shorf dsb), Ushul al-Lhughah (Ma'ajim, fiqh lughoh, qiraat dsb), Shahafah wal i'ilam. dan Tarikh wal Hadharah.

4. Fakultas Dirasat Islamiyah wal Arabiyyah.

Fakultas ini untuk strata 1 (S1) belum ada istilah penjurusan, penjurusan baru ada setelah menginjak strata 2 (S2) yaitu: Jurusan Syari'ah, Ushuluddin dan Lughah, yang kemudian dari setiap jurusan terjadi pembagian lagi.

B. FAKULTAS UNTUK PUTRI

Fakultas Dirasat Islamiyyah wa 'Arabiyyah

Pada fakultas ini ada beberapa jurusan, yaitu:

- Jurusan Ushuluddin, yang terdiri dari tiga spesialisasi setelah berada di tingkat III (Tiga): Tafsir dan Ilmu -ilmu al-Qur'an, Hadist dan Ilmu Hadist, Aqidah wa Falsafah.
- Jurusan Syari'ah, yang memberikan ijazah Syari'ah Islamiyah.
- Jurusan Bahasa Arab
- Jurusan Syari'ah wal Qonun
- Jurusan Shahafah wa al-i'lam.

C. FAKULTAS-FAKULTAS UMUM

1. Fakultas Dirasat Insaniyah
Fakultas ini memiliki beberapa jurusan.
2. Fakultas Kedokteran
3. Fakultas as-Shoydaliyyah (Farmasi)
4. Fakultas Kedokteran Gigi
6. Fakultas Ilmu Eksata (Sains)
7. Fakultas Teknik Sipil
8. Dll

Kemudian untuk Fakultas-fakultas tertentu, Universitas al-Azhar membuka cabang spesialis nya di setiap Provinsi-provinsi dan bahkan disetiap kota-kota tertentu di Mesir yang kota tersebut masih dalam satu Provinsi. Diantara cabang Universitas al-Azhar seperti: Al-Azhar di Provinsi Syarqiyyah, tepatnya di ibukota provinsi yang bernama Zagazig, di sini khusus untuk spesialis Fakultas Ushuluddin dan Fakultas Bahasa Arab, Di Provinsi Gharbiyah (thanta) Spesial Fakultas Syari'ah Wal qonun, di Provinsi Alexandria Spesial Fakultas untuk putri, di Provinsi Daqheliyyah ada 2 spesialis Fakultas, yaitu Fakultas Ushuluddin di ibu kota provinsi tepatnya di Mansuro, dan spesial Fakultas Syari'ah wal Qonun di Tafahna al-Asyrof yang masih satu provinsi dengan Mansuro. Begitu juga Fakultas-fakultas spesialis lainnya yang ada di berbagai Provinsi Mesir seperti Damanhur, Dimyat, Ashiyut dan sebagainya.

15.28 | Posted in | Read More »

Al-Azhar Gudang Bukan Gubuk

Al-Azhar Gudang Bukan Gubuk
Al-Azhar merupakan sebuah benteng keilmuan Islam Tempat para anak-anak bangsa menuntut ilmu dari pelbagai penjuru dunia. Karena tingginya kedudukan al-Azhar di mata ummat islam, tidak berlebihan kalau orang-orang menyebutnya dengan istilah "Qiblatul Ilmi" dan "Gudang" dari segala macam ilmu pengetahuan bukan hanya sebuah gubuk kecil yang dangkal dengan isi. Sejarah mencatat betapa besarnya peran al-Azhar dalam menjaga kemurnian ilmu-ilmu Islam, bahkan tidak hanya terbatas dalam bidang science saja, namun juga memasuki lini-lini kehidupan lainnya, seperti dimensi sosial dan politik.

Universitas al-Azhar didirikan bersamaan dengan masuknya kekuasaan Fathimiyah di Kairo. Pembangunan Universitas al-Azhar memakan waktu kurang lebih dua tahun, yang kemudian dibuka resmi oleh Jauhar ash-Shiqili (seorang panglima perang daulah fatimiyah) dengan shalat jum'at bersama tepatnya pada tanggal 7 Ramadhan 361 H / 21 Juni 972 M. Sedangkan al-Mu'iz Lidinillah baru datang dari Maroko memasuki Kairo setahun kemudian setelah dibukanya Universitas al-Azhar secara resmi. Sebagaimana tradisi ketika suatu kota dibuka dan ingin mendirikan sebuah universitas, maka nama universitas tersebut diambil dari nama kota yang dimana ia berdiri. Begitu juga al-Azhar, nama universitas ini pernama dinamakan Universitas al-Qahirah, karena posisinya berada di kota Kairo. Konon ketika Jauhar ash-Shiqili menduduki kota lalu memberinya nama al-Manshuriyah, kemudian saat al-Mu'iz Lidinillah datang dan beliau mengubah nama tersebut menjadi al-Qahirah, namun ada riwayat lain yang mengatakan bahwa yang menamakan al-Qahirah adalah Jauhar ash-Shiqili. Yang jelas Universitas al-Azhar dikenal dengan nama Universitas al-Qahirah pada awal kekuasaan Fathimiyah di Mesir. Akan tetapi karena semakin banyaknya universitas lain yang dibangun, maka digantilah namanya dengan sebutan Universitas al-Azhar yang kita kenal sampai sekarang ini.

Al-Azhar mempunyai penghargaan tersendiri dari para Khalifah Fathimiyah, mereka ingin menjadikan markaz penyebaran faham Syi'ah. Diriwayatkan suatu ketika Abu Faraj Ya'qub Ibnu Kals (menteri Mu'iz Lidinillah yang kemidian menjadi menterinya al-Aziz) mengusulkan kepada al-Aziz untuk mengumpulkan para Fuqoha' dan mengkajinya guna mengadakan pertemuan dan pengajaran di Universitas al-Azhar. Ahirnya Aziz menerima usulan tersebut dan memilih tiga puluh orang Fuqoha' untuk mengajar di Universitas al-Azhar serta membangunkan rumah untuk mereka di sekitar al-Azhar, maka berawal dari sini lah dimulai pengajaran Universitas al-Azhar tercipta.
Al-Azhar Gudang Bukan Gubuk
Dalam kemelutnya dunia keilmuan, al-Azhar merupakan Universitas tertua di Dunia, karena Universitas-universitas di Amerika dan Eropa baru didirikan dua abad setelah berdirinya al-Azhar. Universitas Paris misalnya, baru didirika pada abad ke-12 Masehi, begitu juga dengan Universitas Oxford di Inggris, didirikan pada abad ke-13 Masehi, demikian juga Universitas-universitas Eropa lainnya. Adapun Universitas yang mengimbangi al-Azhar dari segi sejarah adalah Unversitas al-Qarawain di Kota Fas, Maroko. Bahkan ada yang berpendapat bahwa Uversitas al-Qarawain lah yang merupakan Unversitas tertua di Dunia, dikarenakan pengajarannya sudah dimulai sejak didirikannya pada tahun 245 H / 459 M yang sampai sekarang masih tetap eksis. Kalaupun Universitas al-Qarawain merupakan yang tertua di Dunia, al-Azhar adalah merupakan Universitas pertama yang para pengajarnya didanai oleh Negara.

Dalam kekuasaan daulah Fathimiyah Universitas al-Azhar mengalami beberapa kali renovasi, seperti pada masa al-Hakim Biamrillah, al-Mustansir Billah dan al-Hafiz Lidinillah. Terlihat hingga sekarang hasil renovasi yang dilakukan oleh al-Hafiz Lidinillah dengan peninggalan Qubah yang dihiasi dengan ayat-ayat al-Qur'an dengan khat kufi dan bermacam-macam hiasan yang indah.

Kekuasaan Fathimiyah berakhir dengan meninggalnya Khalifah al-Adhin tahun 576 H / 12 September 1171 M yang kemudian Shalahuddin al-Ayyubi ( Wazirnya) memegang tampuk kekuasaan Mesir. Dimulai dari sini lah berakhirnya kekuasaan Fathimiyah di Mesir dan keluarga al-Ayyubiyyin mulai berkuasa. Perubahan yang terjadi di Universitas al-Azhar disaat beliau menjabat yaitu mazhab Syi'ah dihapuskan dari al-Azhar juga Mesir secara umum dan diganti dengan mazhab Sunni. Dalam rangka menghilangkan syiar-syiar syiah, Shalahuddin mengikuti fatwa Qadhi nya yang bermazhab Syafi'i. Maka pada ketika itu juga lah tidak diperbolehkannya berkhutbah dalam shalat jum'at di dua Mesjid pada satu kota, sehingga khutbah shalat jum'at tidak lagi diadakan di Universitas al-Azhar, karna sudah diadakan di Universitas al-Anwar. Karena fatwa ini Universitas al-Azhar tidak dipakai shalat jum'at selama kurang lebih seratus tahun, dan baru dipakai lagi ketika masa Sultan al-Dzahir Barbers (masa Mamalik di Mesir). Namun pada masa Shalahuddin itu Universitas al-Azhar tetap digunakan sebagai tempat pengajaran oleh para ulama'. Seperti Ibnu al-Faridh, Abdul Lathif al-Baghdadi dan ulama-ulama lainya. Pengajaran tersebut bahkan tidak hanya terfokus dalam ilmu-ilmu agama saja, tapi juga meliputi Ilmu Kedokteran, Perdagangan, Tehnik, Pertanian, Farmasi dan lainnya yang sampai saat ini masih dapat kita temui dan semakin berkembang. Wallahu a'lam...

15.12 | Posted in | Read More »

Profil Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir

Profil Keluarga Mahasiswa Jambi MesirAdalah Keluarga Mahasiswa Jambi yang terlahir tepatnya pada hari Selasa 23 September 1986, sebuah entitas yang tumbuh dan berkembang seiring berjalannya roda pendidikan dinegeri seribu menara Mesir. Merajut kebersamaan dalam satu tujuan yaitu membangun ranah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah merupakan cita-cita mulia para penggagas organisasi tercinta ini. Berbekal semangat tersebut Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir yang selanjutnya disingkat KMJ-Mesir bersinergi dalam membangun sumber daya manusia anggotanya.

Perjalanannya yang telah menuju usia yang matang telah banyak mewarnai organisasi pergerakan ini. Kendati demikian “Rumah Datuk” yang menjadi saksi bisu lahirnya KMJ masih setia menemani KMJ sampai detik ini. Beragam corak dan perubahan yang dibangun dengan fondasi kebersamaan dan silaturrahim sesama anggota ini telah melahirkan banyak bibit-bibit unggul dari para alumninya. Ini membuktikan betapa eksisnya sebuah pergerakan mahasiswa jambi di Mesir. Kini bibit-bibit yang disemaikan itu mulai berbuah. Beberapa alumnus KMJ Mesir mulai terjun dilapangan riil khususnya didunia dakwah dan pendidikan ditanah Jambi, sebut saja Bapak H. Abdullah Hasyim, MA, Bapak Izzat Daud, Lc. MA, Bapak Abdullah Firdaus, Lc. MA, Bapak M. Iqbal Bafadhal, Lc. MA dan Bapak H. Hermanto Harun, Lc. MAg (dosen IAIN Sultan Thaha Saifuddin JAMBI). Bahkan nama terakhir ini juga aktif menulis dibeberapa koran lokal dan nasional. Juga baik pendakwah (ketua IKADI Kota Jambi) maupun sebagai pengamat politik di Jambi.

Selain itu beberapa generasi KMJ yang telah pulang ketanah air telah banyak yang mengabdikan dirinya dibeberapa yaysan pendidikan di Jambi semisal Pesantren pembangunan Pal 10 dan MAN Model Jambi. Bahkan sebagian lagi telah mampu mendirikan yayasan-yayasan kecil seperti di kabupaten Merangin. Dikancah nasional para alumuns KMJ yang notabene nya adalah lulusan Universitas Al- Azhar mesir mulai menapak peran, sebut saja bapak H. Abdul Basith, Lc yang berkiprah di Badan Zakat Nasional (BAZNAS), dan saudara H. Faris Sufi, Lc, M.Si mengabdi sebagai dosen UIN Ciputat Jakarta. Ini semua menunjukkan betapa sebuah gerakan spektakuler dan terorganisir dengan rapi diciptakan oleh KMJ Mesir. Maka, tidak berlebihan jika penulis menyebut KMJ adalah motor pergerakan Mahasiswa Jambi di Timur Tengah, bukan hanya disebabkan KMJ adalah komunitas Mahasiswa Jambi terbesar ditimur tengah, tapi lebih dari itu KMJ telah banyak berkiprah diranah Mayang Mangurai Jambi.

Reformasi dengan semangat persatuan terus diusahakan para punggawa KMJ yang ber-regerenasi. Secara umum KMJ Mesir berupaya membantu anggotanya untuk sukses dalam studi formal di Al-Azhar. Karena memang itulah tujuan utama mereka datang ke negeri seribu menara ini. Selanjutnya untuk menunjang hal tersebut tentunya para dewan pengurus tentu saja menyusun program-program yang sejalan dengan arus formal studi. Dari mulai kajian-kajian rutin mingguan secara berkala sampai pemetaan dan retorika dakwah adalah bagian dari usaha untuk melahirkan insan-insan akademis yang mumpuni dibidangnya, sehingga para anggota KMJ tidak kaku ketika terjun ke masyarakat di tanah air dan di Jambi secara khususnya. Walaupun jumlah anggota KMJ sampai saat ini setiap tahunnya selalu fluktuatif yakni antara 50-80 an orang, akan tetapi berkat usaha bersama tersebut hasilnya telah bisa di rasakan bersama seperti yang telah saya gambarkan diawal tulisan ini.

Usaha ini tentunya harus terus menerus ditumbuh-kembangkan di ‘Rumah Datuk’ tercinta, estafet perjuangan para pelopor pergerakan dakwah ini harus langgeng agar bisa lebih jauh dirasakan implementasinya dihadapan masyarakat. Agar bisa terus hidup tentunya optimalisasi program di tubuh KMJ perlu didukung bersama. Dukungan dari semua pihak baik moril maupun finansial tentunya sangat berpengaruh terhadap pola dan laju KMJ saat ini. Dukungan moril dari dalam KMJ sendiri saat ini terus mengalir, begitupun dukungan moril dari luar KMJ baik itu di Mesir maupun dari tanah air.

Beberapa orang tokoh penting Jambi pernah menyambangi rumah datuk dibilangan Rabea al-Adawea, Nasr City. Namun demikian yang KMJ harapkan tentunya bukan hanya sokongan moril, tapi yang lebih penting bantuan finansial. Sampai saat ini, motor pergerakan ini ibarat kapal yang tengah melaju dengan kencang ditengah samudera tapi sudah mulai kehabisan bahan bakar. Boleh kita bayangkan seperti apa kapal itu selanjutnya berlayar mengarungi lautan. Walaupun kapal yang bernama KMJ, insya Allah tidak akan tenggelam, tapi tanpa bahan bakar yang memadai dia akan hanyut terbawa arus dilautan ketidak-pastian.

Inilah yang penulis khawatirkan, usaha yang begitu maksimal dan didasari keikhlasan ini saya rasa sangat tepat jika mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi yang menjadi pelabuhan para penumpang kapal KMJ tadi. Cita-cita memiliki 'Rumah Datuk' yang permanen terus dicanangkan para pengurus KMJ agar kelak mimpi yang wujud menjadi kenyataan. Swadaya anggota tentunya tak akan mampu membeli sebuah flat seperti yang telah dimiliki provinsi-provinsi negeri lain di Mesir ini. Beban pembayaran sewa rumah menjadi permasalahan krusial disetiap masa kepengurusan Dewan Pengurus dan anggota KMJ setiap tahunnya. Bersyukur sampai saat ini para anggota KMJ masih mampu bertahan, mengharap bantuan dari jemaah haji yang diajukan oleh anggota yang berangkat ketanah suci adalah salah satu cara KMJ mencari donasi selain memungut iuran anggota yang seadanya setiap bulan.

Pertanyaannya adalah, akankah Pemerintah Daerah Jambi bermurah hati untuk sebuah gerakan perubahan sumber daya manusia ditanahnya sendiri? Jawabannya tentu ada di Pemerintah Provinsi sendiri, penulis hanya berprasangka baik (husnudzan) bahwa selama ini Pemprov dan para pejabat di Jambi belum banyak mendengar kiprah para alumnus KMJ diranah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah. Semoga tulisan singkat ini mampu membuka cakrawala hati kalangan Pemerintah Provinsi dan para Pejabat Jambi terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak negeri Jambi di Negeri Para Nabi.

Harapan penulis, semoga sinyalemen positif dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun dibawah nakhoda Drs. Hasan Basri Agus yang telah bermurah hati memberikan bantuan pendidikan untuk Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir menjadi motifator Pemerintah Provinsi Propinsi untuk ikut bersama memikirkan pergerakan studi anak-anaknya di Mesir ini.

Akhirnya izinkan saya mengutip sebuah hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, ia berkata:“Ada dua orang bersaudara yang hidup pada masa Rasulullah SAW. Salah seorang diantaranya datang mengaji pada Nabi SAW, sedangkan seorang lagi pergi bekerja. Saudara yang bekerja ini mengeluh kepada Rasulullah SAW tentang saudaranya yang tidak bekerja. Kemudian Rasulullah SAW bersabda:"Semoga engkau dilimpahi rezeki karenanya (saudaramu yang mengaji itu). (HR. Tirmidzi dan Hakim). Wallahua’lam Bissawab.

* Dewan Konsultatif KMJ 2009, Mantan Ketua KMJ 2003-2004, Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Ushuluddin Jurusan Dakwah Al-Azhar University Cairo Mesir

13.46 | Posted in | Read More »

Ketua KMJ Mesir dari masa ke masa:

1

Nama : H. Muhammad Helmi, Lc
Tiba di Mesir : 10 Desember 1983
Asal : Merangin- Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode: Ketua 1986-1988


2

Nama
: H. Kasyfun Nazir, Lc, MA
Tiba di Mesir : 17 Maret 1984
Asal : Sarolangun- Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Tafsir Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1989-1991




3

Nama : H. Muhktar Husen Al-Jufri, Lc
Tiba di Mesir : 21 Oktober 1989
Asal : Kota Jambi- Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1991-1993


4


Nama : H. Abdul Mun’im Daud, Lc, MA
Tiba di Mesir : 22 September 1989
Asal : Kota Jambi- Jambi
Pendidikan : Fak. Study Islam dan Bahasa Arab Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1993-1994



5
Nama : Husein Bafadhal, Lc, M. Ag
Tiba di Mesir : 02 Agustus 1992
Asal : Kota Jambi- Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1994-1995



6

Nama : Adam Malik, S. Ag
Tiba di Mesir : 02 Agustus 1992
Asal : Kerinci - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1995-1996




7

Nama : H. Muhammad Rizal Ibrahim, Lc
Tiba di Mesir : 18 Oktober 1992
Asal : Sarolangun - Jambi
Pendidikan :Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1996-1998


8

Nama : Dr. H. Rusli Abdul Roni, Lc, MA
Tiba di Mesir : 29 Agustus 1992
Asal : Tebo - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1998-1999




9

Nama : H. Muhammad Sami, Lc, MA
Tiba di Mesir : 14 Oktober 1992
Asal : Merangin - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 1999-2000

10

Nama : H. Zulfadli Syamsurrizal, Lc
Tiba di Mesir : 27 Agustus 1994
Asal : Kota Jambi - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2000-2001




11

Nama : H. Hermanto Harun, Lc, MA
Tiba di Mesir : 27 Agustus 1998
Asal : Sarolangun - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode: Ketua 2001-2002


12

Nama : H. Husni Mubarak, Lc
Tiba di Mesir : 29 Oktober 1981
Asal : Bugo - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Aqidah Pilsafat Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2002-2003



13

Nama : H. Kms. M. Syafi’i, Lc
Tiba di Mesir : 09 Agustus 1999
Asal : Kota Jambi - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Da'wah dan Tsaqofah Islam Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2003-2004


14

Nama : H. Umar Maksum, HKR, Lc
Tiba di Mesir : 21 September 2003
Asal : Tanjung Jabung Barat - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2004-2005




15

Nama : H. Amjad Bin Satar Saleh
Tiba di Mesir : 23 Agustus 2003
Asal : Merangin - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2005-2006


16

Nama : Heri Nuryahdin
Tiba di Mesir : 03 Agustus 2004
Asal : Sarolangun - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2006-2007




17

Nama : Abdul Qadir Badri
Tiba di Mesir : 19 Oktober 2003
Asal : Tanjung Jabung Barat - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Aqidah Pilsafat Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2007-2008


18

Nama : H. Muhammad Hafiz el-Yusufi, S.Hi
Tiba di Mesir : 20 Oktober 2005
Asal : Bungo - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2008-2009 (Setengah Periode)

19

Nama : Ronaldi Asy'ari, Lc
Tiba di Mesir : 07 November 2005
Asal : Kerinci - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Hadist Univ. Al-Azhar

Periode: Ketua 2008-2009 (Setengah Periode)



20

Nama : H. Ahsanul Husna, Lc
Tiba di Mesir : 08 November 2005
Asal : Kerinci - Jambi
Pendidikan : Fak. Ushuluddin Jur. Tafsir Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2009-2010


21

Nama : H. Ahmad Zaki ZH, Lc
Tiba di Mesir : 17 Desember 2006
Asal : Tebo - Jambi
Pendidikan : Fak. Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2010-2011




22

Nama : H. Ahmad Bakri Husin (ABH)
Tiba di Mesir : 02 November 2003
Asal : Muaro Jambi - Jambi
Pendidikan : Fak.UshuluddinUniv. Al-Azhar

Periode:
Ketua 2011-2012

13.41 | Posted in | Read More »

Pelatihan Administrasi Organisasi; Bersama Bangun Generasi Dinamis !


19 Agustus 2010.

Diusung oleh Departemen Keilmuwan dan Teknologi Kabinet Kerjasama, acara Pelatihan Administrasi Organisasi mendapat respon positif dari masyarakat KMJ terlebih para pengurus yang tergabung dalam kabinet. Siang yang terik tidak menyurutkan semangat dan antusias peserta untuk menyambangi Rumah Datuk tempat pelatihan diadakan. Dengan mendatangkan pemateri yang notabene nya senior masisir yang sudah kenyang asam garam berorganisasi, acara ini pantas disebut sebagai langkah tepat dan urgen demi menciptakan regenerasi KMJ yang solid dan dinamis
Sesuai dengan tema yang diangkat, Bersama Bangun Generasi Dinamis.
          Dua materi yang diangkat terkait Kesekretariatan dan Kebendaharaan. Dua fokus kinerja organisasi ini diisi oleh Ust, Hasbiallah Alawy, Lc dengan materi Kesekretariatan dan Ust. Isa Anshari, Lc terkait kebendaharaan. Pengalaman dan kerja nyata beliau dibidang yang mereka kuasai menjadi oase keilmuwan yang menyegarkan bagi peserta pelatihan dalam menanti buka puasa.
          Acara dimulai dengan pembawa acara saudara Rahmadin Arrisah, koordinator Departemen Keilmuwan dan Teknologi. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Rian Cupika. Sambutan pertama disampaikan ketua KMJ, Ahmad Zaki. Ahmad Zaki dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih terhadap kehadiran peserta dan juga semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara pelatihan. Selanjutnya sambutan dari ketua Dewan Konsultatif KMJ Abang Heri Nuryahdin. Pada kesempatannya beliau mengucapkan terima kasih terhadap pemateri yang telah bersedia meluangkan waktu mereka disaat akan menghadapi ujian pasca sarjana dan juga harapan semoga kedepan DP KMJ dapat lebih optimal dan profesional dalam bidangnya masing-masing.
          Selanjutnya acara diserahkan kepada moderator, saudara Ahsanul Husna. Setelah memperkenalkan profil pemateri, waktu dan tempat diserahkan kepada pemateri pertama Ust. Hasbiallah Alawy, Lc. Dengan gaya khasnya kalem dan berwibawa, materi Kesekretariatan menyedot perhatian dan fokus peserta. Sesi tanya jawab pun tidak kalah antusiasnya. Berondongan pertanyaan dari peserta dijawab beliau dengan sabar dan jelas. Tak terasa waktu yang dialokasikan buat materi pertama berakhir dan dilanjutkan dengan materi kedua, kebendaharaan.
Ust. Isa Anshari, Lc memulai materi dengan penjelasan gamblang terkait kebendaharaan. Dalam penjelasannya beliau menekankan peserta untuk lebih memperhatikan system penulisan keuangan dan berbagai kode penulisan yang selama ini masih sering diabaikan dalam prakteknya. Dalam sesi tanya jawab materi rumit ini mampu memancing banyak pertanyaan dari peserta.
Azan Maghrib berkumandang. Minuman segar dan kurma menemani peserta dalam menyimak penjelasan terkait pertanyaan yang mereka lontarkan. Sesi tanya jawab pun usai acara diserahkan kembali kepada pembawa acara. Setelah pembacaan do'a yang dipimpin oleh saudara Dumminis acarapun ditutup dan dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjama'ah dan buka bersama.

04.14 | Posted in | Read More »

Kunjungan Presiden Dan Wakil Presiden PPMI Mesir ke Rumah jambi

Add caption
        Pada 15 Agustus 2010 ba'da terawih, Rumah Datuk(KMJ) dikunjungi Presiden dan Wakil Presiden PPMI yang baru terpilih, saudara Falahuddin dan Wildi Raihanda. Dalam kunjungannya Presiden dan Wakil Presiden menyampaikan
langkah dan visinya kedepan untuk menyatukan semua elemen masisir termasuk organisasi kekeluargaan yang ada di Mesir. Bak gayung bersambut, niat baik PPMI kedepan ditanggapi dengan baik oleh Ahmad Zaki, ketua KMJ. Ahmad Zaki menyampaikan bahwa visi dan misi yang diusung PPMI kedepan selaras dengan langkah yang akan diambil KMJ. KMJ sebagai salah satu organisasi kekeluargaan di Mesir siap hidup berdampingan dan menjaga persaudaraan dengan kekeluargaan lain sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air.

13.40 | Posted in | Read More »

KPU Menetapkan HBA-Fachrori Menang Mutlak Pilkada Jambi

KOTAJAMBI  - Rapat pleno KPU Provinsi Jambi dalam rangka rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi tahun 2010-2015 telah menetapkan pasangan Hasan Basri Agus- Fachrori Umar (HBA-Fachrori) sebagai pemenang dalam ajang Pemilu Kada 2010 di Provinsi Jambi. HBA memperoleh 607.030 suara atau 40,60 persen.

Dari rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pasangan gubernur dan wakil gubernur Jambi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Rabu (30/6). HBA unggul di lima kabupaten, yakni Kota Jambi, Sarolangun, Batanghari, Merangin, dan Muaro Jambi.
Sementara lima daerah lainnya dibagi rata oleh pasangan lainnya. Pasangan Madjid Mu’az-Abdullah Hich (MM-Hich) unggul di Tanjung Jabung Timur dan Tebo. Zulfikar Achmad-Ami Taher (ZA-Ami) menang di Bungo dan Kerinci. Dan pasangan Safrial-Agus Setiyonegoro (SAS) hanya menang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dari total 2.231.990 daftar pemilih tetap (DPT), suara sah sebanyak 1.495.051 dan 42.252 suara tidak sah.

SAROLANGUN 8.606 108.861 11.435 4.583
MERANGIN 26.065 73.833 27.014 18.875
KOTA JAMBI 19.938 123.797 63.523 32.188
MUARO JAMBI 11.672 72.931 42.423 24.793
BATANGHARI 11.023 48.882 44.062 10.347
TANJUNG JABUNG TIMUR 3.593 35.514 62.497 9.430
TANJUNG JABUNG BARAT 6.263 33.109 19.268 67.672
BUNGO 96.630 39.098 12.532 4.516
TEBO 14.840 51.139 74.215 10.499
KERINCI 98.733 19.866 27.070 23.743
TOTAL SUARA 297.363 607.030 384.012 206.646
PERSENTASE 19,89% 40,60% 25,69% 18,32%


Sumber: http://www.infojambi.com/v.1/headlines/11015-pleno-kpu-pasangan-hba-menang-mutlak.html

 KOTAJAMBI  – Hasan Basri Agus (HBA) dan Fachrori Umar akhirnya ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi periode 2010 – 2015. Penetapan diputuskan dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi,di ruang pola Kantor Gubernur Jambi, Rabu sore (30/6), dengan Surat Keputusan (SK) Nomor 17 Tahun 2010 tanggal 30 Juni 2010.

HBA - Fachrori memperoleh 607.030 suara atau 40,60 persen dalam Pemilukada 19 Juni lalu. Suara terbanyak kedua diperoleh pasangan Madjid Mu’az - Abdullah Hich dengan 384.012 atau 25,69 persen suara, disusul pasangan Zulfikar Achmad - Ami Taher dengan 297.363 atau 19,89 persen dan pasangan Safrial - Agus Setyonegoro 206.646 atau 13,82 persen.

Dari hasil rekapitulasi tercatat suara sah yang masuk 1.495.051. dan suara tidak sah 42.252, dengan dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2.231.632. Suara tidak sah paling banyak terjadi di Kota Jambi, mencapai 10.579, disusul Kabupaten Kerinci 5.525 dan Muaro Jambi 5.271.

Gubernur terpilih, HBA, menyatakan sangat berterima kasih pada seluruh masyarakat Jambi yang mempercayainya memimpin Jambi. Ucapan terima kasih juga disampaikan pada seluruh jajaran yang terlibat, seperti KPU, Panwaslu, muspida dan tim sukses. HBA juga mohon do’a restu pada para cagub dan cawagub lainnya. “Semua yang kita lakukan demi kemajuan Jambi. Kami akan mewujudkan visi-misi yang sudah dikampayekan,” ujarnya.

Penetapan HBA dan Fachrori Umar sebagai gubernur dan wakil gubernur diterima seluruh kandidat cagub dan cawagub yang kalah. Terbukti, semua saksi dan tim sukses pasangan kandidat menanda-tangani berita acara penetapan. Menurut rencana HBA – Fachrori akan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi dalam Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jambi, 3 Agustus mendatang.

Pantauan InfoJambi.com, penetapan HBA – Fachrori sebagai pemenang Pemilukada 2010 disambut gembira oleh para tim sukses dan simpatisan. Mereka ikut mengiringi prosesi rekapitulasi hasil pemilukada, di ruang pola kantor gubernur, Rabu pagi tadi. Puluhan relawan tampak berjaga-jaga di seputaran kawasan kantor gubernur. Puluhan polisi berpakaian dinas dan preman juga ikut mengamankan penghitungan suara.

Sumber: http://www.infojambi.com/v.1/headlines/11021-akhirnya-hba-fachrori-ditetapkan-sebagai-pemenang.html

01.54 | Posted in | Read More »

Profesor Mukhtar Laitf Terpilih Kembali

KOTAJAMBI  - Profesor Mukhtar Laitf kembali menjadi Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Taha Saifuddin Jambi dari hasil rapat pleno Senat di Ruang Senat IAIN Kampus Mendalo Darat, Muaro Jambi, Senin (28/6).

Muktar Latif terpilih menjadi rektor untuk periode 2010-2015. Ketua panitia Seleksi Rektor IAIN masa bakti 2010-2015, M Sayuti, mengatakan, Muktar Latif terpilih dari dua kandidat lainnya yakni Prof  Hasbi Umar dan Prof Ahmad Syukri.

Prof Muktar Latif mendapat 16 suara, sedangkan Prof Hasbi Umar 14 suara, dan Prof Ahmad Syukri tidak memperoleh suara. Jumlah keseluruhan 30 suara yang berasal dari seluruh anggota senat.

Menurut Sayuti, hasil penghitungan suara dari senat hanya bersifat rekomendasi. Ketiga berkas dan hasilnya akan dikirimkan ke Kementrian Agama Republik Indonesia sebelum diteruskan ke Presiden.

Presiden lah yang akan menentukan siapa Rektor IAIN STS Jambi masa bakti 2010-2015.

“Secepatnya berkas akan dikirim, sesuai peraturan enam bulan sebelum masa rektor lama habis telah dilakukan pemilihian,” jelas Sayuti usai pemilihan, Senin (28/6).

Jabatan Muktar Latif sebagai rektor masa bakti 2005-2010 akan berakhir pada 22 Desember 2010.

Sumber: http://www.infojambi.com/v.1/headlines/10988.html?task=view

05.03 | Posted in | Read More »

Rencana Pelantikan 03 Agustus 2010

JAMBI - Pasangan cagub dan cawagub peraih suara terbanyak di pilgub Jambi 19 Juni lalu, HBA-Fachori Umar, direncanakan akan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur  Jambi 3 Agustus mendatang.

Pelantikan tersebut berbarengan dengan berakhirnya masa jabatan gubernur Jambi Zulkifli Nurdin yang sudah memimpin Jambi dua periode.

‘’Kita juga masih harus melihat ada atau tidaknya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kalau ada gugatan ke MK, juga akan ditunggu keputusan MK seperti apa. Kalau tidak ada kendala, tentunya serah terima jabatan dari Pak Zul ke gubernur terpilih tetap pada 3 Agustus,’’ jelas Kasrianto, Anggota KPUD Provinsi Jambi kemarin.

Mantan wartawan Jambi Ekspres itu menambahkan, KPU Provinsi Jambi sendiri baru akan menggelar pleno penetapan hasil pilgub dan pemenangnya pada 30 Juni mendatang.

‘’Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat KPU Provinsi Jambi akan digelar pada 30 Juni 2010 mendatang,’’ tegasnya.

Menurutnya, rekapitulasi tersebut rencananya akan digelar sekitar pukul 09.00 WIB, sedangkan penetapan hasil pilgub akan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama.

‘’Sebelum menggelar pleno, KPU Provinsi Jambi akan menggelar rapat pra rekapitulasi  bersama KPU kabupaten/kota terlebih dahulu pada 29 Juni,’’ jelasnya, seraya mengatakan, pihaknya baru saja menggelar rapat internal persiapan rekapitulasi tersebut.

            Anggota KPU Provinsi Jambi lainnya, Pahmi SY, menambahkan,  setelah penetapan, ada masa sanggah bagi kandidat yang kalah.

‘’Diberikan  selama tiga hari,’’ katanya.

Sementara itu, mengenai pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, menurut Pahmi, akan dilakukan di gedung DPRD Provinsi Jambi dalam agenda paripurna istimewa.

            “Mungkin akan dilantik oleh Depdagri,” tutur anggota KPU Provinsi yang juga Dosesn IAIN STS Jambi ini.

Untuk diketahui, saat ini, proses rekapitulasi suara sudah sampai di KPU kabupaten/kota. Dari KPU kabupaten/kota ke KPU Provinsi ada waktu sekitara 5 hari, yakni  24-28 Juni.

Masih menurut Pahmi, saat ini proses rekapitulasi berjalan cukup lancar.

“Alhamdulillah, tidak ada hambatan berarti dalam prosesnya, hanya beberapa kesalahan teknis kecil yang sudah bisa diatasi,”tukas Pahmi.

9  KPU kabupaten/kota sudah merampungkan pleno perolehan suara pilgub Jambi, Jumat (25/6) kemarin.

            Anggota KPU Provinsi Jambi, Azhar Mulia, menambahkan, KPU Provinsi sudah mendapatkan laporan dari masing-masing kabupaten/kota terkait hasil pleno.

‘‘Kecuali Merangin, semua sudah pleno, Merangin akan menggelar pleno hari Sabtu (26/6),’‘ ungkap Azhar.

Dari laporan delapan KPU Kabupaten/Kota, jumlah total perolehan suara dari Tanjabtim, Tanjabar, Kota Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Sarolangun dan Kerinci, hasil perolehan saura masing-masing kandidat yakni, ZA-Ami 297.341 atau 19,90  persen, lalu HBA-Fachrori 606.169 atau 40,58 persen,  MM-Hich 383.662 atau 25,68 persen dan pasangan Safrial-ASN 206.760 atau 13,84 persen.

Sementara itu, khusus untuk kabupaten Muaro Jambi, HBA-Fachrori tercatat berhasil mendulang suara tertinggi dengan perolehan 72.931 suara atau 48,0 persen. Sementara pasangan MM-Hich berada diurutan kedua dengan jumlah suara sebanyak 42.423 atau 27,9 persen. Diperingkat ketiga menjadi milik pasangan SAS dengan perolehan suara sebanyak 24.793 atau 16,3 persen. Sementara diurutan paling bontot menjadi milik pasangan ZA-AMI dengan raihan 11.672 suara atau 7,7 persen.

KPU Batanghari yang baru saja merampungkan pleno, kemarin, juga menempatkan  pasangan HBA-Fachrori di urutan teratas dengan total perolehan suara yang mencapai 48.882 suara (42,76 persen), terpaut tipis dengan pasangan MM-Hich yang memperoleh 44.062 suara (38,54 persen).

Sementara  pasangan nomor urut 3, ZA-Ami memperoleh 11.023 suara (9,64 persen), dan disusul pasangan SAS yang memperoleh suara terkecil sebanyak 10.347 suara (9,05 persen).  Total suara keseluruhan 116.621 ( 67,98 persen) dari DPT Batanghari sebanyak 171.546.

HBA-Fachrori menang di 6 kecamatan dari 8 kecamatan yang ada dalam wilayah teritorial Kabupaten Batanghari. Yakni, Muara Tambesi, Muara Bulian, Bajubang, Pemayung, Bathin XXIV, dan Mersam. Sedangkan Kecamatan Muaro Sebo Ilir dan Muaro Sebo Ulu perolehan suara dimenangkan oleh pasangan nomor 3.

09.36 | Posted in | Read More »

HBA-Fakhrori, Selamat Mengabdi

Hermanto Harun*

Setelah menyimak hasil penghitungan cepat (quick count) beberapa lembaga survei, hampir bisa dipastikan, pasangan Hasan Basri Agus (HBA) & Fakhrori Umar menjadi pemenang dalam kontentasi Pemilukada Jambi 19 Juni lalu. Gempita pesta demokrasi yang telah menyita waktu, menguras energi dan perhatian rakyat Jambi tersebut berakhir dengan kemenangan bersama rakyat Jambi. Prestasi “bersama” dalam wujud Pemilukada damai itu merupakan point besar dan bahkan prestasi sejarah dalam menapak peradaban menuju negeri Jambi yang bervisi Emas di masa mendatang.

Sorak sorai dan riuh ria kapanye sudah berlalu ditelan masa. Kompetisi laga kandidat telah disudahi oleh voting rakyat dibilik suara. Logika demokrasi dengan sistem one man one vote telah menentukan pemenangnya. Meskipun, kadang tidak selamanya logika demokrasi itu mensenyawakan kemenangan dan kebenaran. Akan tetapi, seolah telah menajdi “ijma’” rakyat, bahwa kebenaran demokrasi ditentukan oleh suara terbanyak atau mayoritas. Dengan demikian, peraih suara terbanyak dalam Pemilukada Jambi tersebut, selain berhak dinobatkan sebagai pemenang kontestatasi sekaligus juga berhak untuk mengklaim kebenaran daulat rakyat.

Kebenaran demokrasi tersebut, artinya, tidak ada lagi ada diantara kompetitor yang masih merasa lebih benar dan berhak dalam menduduki posisi penguasa di negeri Jambi dalam masa periode 2010-2015. Hal ini berarti, suara rakyat Jambi secara fakta telah mensepadukan idealisme dan cita Jambi ke depan dengan figur pemenang laga. Terlepas daripada kemungkinan, apakah suara terbanyak tersebut berdasarkan idealisme atau karena hal lain yang sangat bersifat pragmatis.

Kini, segudang harapan untuk terjadinya perubahan, seolah telah terbungkus dalam kado damai Pemilukada. Setumpuk janji, satu persatu akan di cek list oleh rakyat dalam masa kepemimpinan pemerintahan Jambi lima tahun mendatang. Keliaun “Emas” dalam visi dan misi HBA Fakhrori diharapkan menyinar seluruh sudut sesak sosial rakyat Jambi. Juga, sinar Emas itu diharapkan menjadi penerang jalan dalam mengejar ketertinggalan dalam berbagai bidang, utamanya bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Duet Ideal

Banyak tafsir tentang kemenangan duet HBA-Fakhrori dalam Pemilukada Jambi saat ini. Tentunya, tafsiran tersebut merupakan interpretasi dari riak gelombang suara rakyat yang menitipkan amanah kepemimpinan Jambi kepada pasangan ideal ini. Adakah rakyat Jambi sudah rasional dalam memilih kreteria pemimpinnya, atau sebagai luapan kejenuhan dan kekecewaan terhadap kepemimpinan penguasa sebelumnya? Ataukah kemenangan pasangan HBA Fakhrori merupakan akumulasi dari kedua faktor tersebut? walau agak sulit menentukan kemungkinan jawab yang tepat,, namun, yang lebih krusial dari semua itu adalah, titipan suara rakyat Jambi telah diamanahkan kepada Cagub dan Cawagub pasangan terbaik putra Jambi. Duet HBA Fakhrori yang terhitung unggul di banyak bilik suara merupakan suara “intuisi” yang menitipkan banyak perubahan. Suara mereka adalah jelmaan dari keresahan kaum pingggiran sekaligus demonstrasi golongan jelata terhadap kepongahan kekuasaan.

Banyak sekali cerita dalam legenda sejarah yang menuturkan, ketika arah kekuasaan menghadirkan dirinya dalam titah telunjuk raja, serta dikerumuni oleh goyangan kaki penjilat dinasti, maka rakyat memiliki perlawanan dengan caranya sendiri. Meskipun hanya dalam bentuk dongeng cerita rakyat yang susah untuk ditelisik keabsahannya, namun cerita rakyat kerap menjadi inspirasi dan sugesti terhadap perubahan politik kekuasaan.

Hemat penulis, keunggulan HBA-Fakhrori tidak boleh lepas dari asumsi demikian. Sosok HBA yang telah banyak mengabdi di pelbagai daerah dalam Provinsi Jambi, serta kearifan dalam mendengar aspirasi rakyat, juga perhatian yang tinggi terhadap kaum bawah, semua itu menjadi cerita magnetis yang mengikat emosional hati rakyat. Begitu halnya dengan Fakhrori, meskipun belum “sepopular” HBA, beackgroud kelimuan dan latar belakang dunia kerja di pengadilan agama, seolah menjajikan terjadinya perubahan besar. Pasangan ini diangggap sebagai “perkawinan” dua kepribadian yang tulen, bersih dan berpengalaman, sehingga patut diklasifikasikan sebagai kepemimpinan yang ideal untuk negeri melayu ini.

Dua sosok putra ‘dusun’ yang bersahabat tersebut, hadir dalam waktu dan suasana yang tepat. Kehadiran keduanya seakan menjawab kebingungan rakyat tentang arah pembangunan negeri beradat ini. Negeri yang dikenal beridentitas melayu yang religius, namun tampak terserabut dari pilar budaya keberadatannya. Dengan demikian, daulat rakyat Jambi kepada HBA dan Fakhrori menitahkan akan identitas adat dan syara’ yang tidak boleh tereliminir oleh hanya sekedar nama kemajuan. Emosionalitas hati rakyat Jambi yang telah menitip amanah kepada kedua pemimpin ini tidak boleh digadaikan dengan sindrom “kemajuan” semata, namun dalam masa yang sama, memusnahkan identitas keberagamaan dan budaya melayu khasnya.

Pilihan intuisi rakyat Jambi yang mempercayai HBA-Fakhrori sebagai nakhoda negeri ‘damai’ ini, jelas tidak semuanya berlatar pragmetisme politik. Akan tetapi, suatu kepercayaan murni yang berangkat dari idealisme untuk membawa Jambi menuju dermaga peradaban kemajuan yang diimpikan. Hendaknya kedepan, impian kemajuan tidak lagi jauh terdengar samar-samar dari kajauhan, namun diharapkan nyata hadir di ruang yang terdekat.

Intinya, suara rakyat dalam Pemilukada Jambi beberapa hari lalu itu, semuanya merupakan jelmaan dari impian terhadap perubahan. Semua mereka masih percaya, bahwa ke depan, negeri melayu ini lebih bertabat dan beridentitas. Setumpuk mimpi perubahan menuju kemajuan itu, kini telah diembankan kepada cagub dan cawagub pemenang.

Sekarang, semua rakyat mengucapkan selamat kepada HBA-Fakhrori atas diraihnya suara pemilih terbanyak dalam Pemilukada ini. Ungkapan selamat tersebut sebagai simpati, suka cita sekaligus do’a, semoga dalam kepemimpinan Jambi nanti, pasangan ini menjadi sebutan prestasi kebaikan dalam sejarah. Mereka berdua diharapkan menoreh tinta Emas yang memancarkan peradaban Jambi ke penjuru nusantara dan dunia.

Sebagai bagian dari pemimpi perubahan Jambi itu, penulis sangat pantas mengucapkan selamat atas status baru bang HBA-Fakhrori sebagai “pelayan” umat. Saya berharap ucapan selamat ini selalu menyertai kemajuan Jambi dan semoga ungkapan selamat ini tetap eksis diucapkan rakyat Jambi sampai akhir masa pengabdian nanti. Selamat mengabdi bang HBA-Fakhrori! Wallahu ’alam.

*Dosen Fak Syari’ah IAIN STS, Mahasiswa Program Doktor, National University of Malaysia.

08.15 | Posted in | Read More »

Blog Archive

Labels

Support : PemProv Jambi | VISI-KMJ MESIR |
Copyright © 2013. KMJ ASLI - All Rights Reserved
Modifikasi © by Ndek Yar Al-Satirisy