ZA-Safrial Ucapkan Selamat Kepada HBA-Fachrori
ZA-Safrial Legowo Terima Kekalahan
Selasa, 22 Juni 2010 | 13:43 WIB
TUNGKAL, TRIBUN - Kendati hasil resmi pemilihan Gubernur Jambi 2010-2015 belum dikeluarkan KPU Jambi, dua kandidat yang bertarung legowo menerima kekalahan.
Keduanya, Bupati Bungo Zulfikar Ahmad dan Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial mengakui kemenangan pasangan Hasan Basri Agus-Fahrori Umar.
''Sabtu sore saya ucapkan selamat kepada HBA, dan saya adalah orang pertama yang mengucapkan selamat. Beliau (HBA, red) bilang terima kasih,” ujar Safrial menirukan sapaan HBA, Senin (21/6), seusai apel pagi.
Hasil quick count LSI menunjukkan HBA-Fahrori meraih 41,83 persen dari 70,2 persen suara yang masuk. Sedangkan pasangan Madjid Muaz dan Abdullah Hick meraih 28,23 persen suara.
Pasangan Zulfikar Ahmad dan Ami Taher, meraih 16,52 persen suara. Posisi terakhir ditempati pasangan Syafrial dan Agus Setyanegoro dengan 13,42 persen.
Mantan Dosen Unja itu mengakui kekalahan yang dialaminya dalam pilgub Jambi itu ternyata disyukuri sejumlah tokoh masyarakat Tanjung Jabung Barat. Hal ini membuat peluangnya untuk kembali memimpin Tanjabbar makin besar. Keyakinan tersebut berdasarkan perolehan suara SAS yang mencapai di atas 50 persen di Tanjabbar.
Sebagian masyarakat ternyata senang saya tidak menang, karena saya masih dibutuhkan untuk memimpin Tanjabbar,” katanya sembari diiringi tawa.
Safrial juga sudah minta pasangannya Calon Wakil Gubernur, Agus Setyanegoro untuk tidak mencari kesalahan pada pencoblosan 19 Juni kemarin.
Siapapun menang itulah gubernur kita, saya juga sudah sampaikan kepada Pak Agus, tidak ada yang harus disalahkan. Semua sudah bekerja maksimal,” ujar mantan Wakil Bupati Tanjabbar tersebut.
Lantas apa harapan Safrial kepada gubernur terpilih?
Safrial akan menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan di Tanjabbar, seperti pelabuhan kapal roro, serta berharap gubernur terpilih dapat membuka akses kembali perdagangan ke luar negeri.
Saya akan rangkul gubernur terpilih. Dan berharap gubernur baru bisa berlaku adil,” katanya.
Zulfikar Ahmad juga legowo menerima kekalahannya.
"Kita harus menerima, dan harus mendukung Gubernur Jambi terpilih. Kita harus mengakui kemenangan orang lain, semuanya adalah keputusan Allah," katanya, saat ditemui Tribun, Senin (21/6).
ZA mengimbau bupati se-Provinsi Jambi, agar bekerja sama dengan gubernur terpilih untuk membangun Jambi. Bupati Bungo yang berpasangan dengan Ami Taher itu, beralasan urat nadi pembangunan dan penghasilan Provinsi Jambi berasal dari daerah-daerah.
Ia mengharapkan masyarakat, khususnya kepada tim sukses pasangan calon tidak mencari kesalahan orang lain. "Walaupun ada pelanggaran yang ditemukan saat kampanye itu biarlah tugas penyidik yang memrosesnya," ujarnya.
ZA berpesan gubernur terpilih jangan sampai diintiminasi oleh orang-orang tertentu, terutama dari tim sukses.
"Gubernur itu jangan mau diintimidasi oleh siapapun dalam bekerja, seperti dari tim sukses. Jangan sampai ada gubernur bayangan," ucapnya.
Ia juga berharap kabinet gubernur terpilih diisi perwakilan setiap daerah di Provinsi Jambi.
"Seorang pemimpin tidak boleh ada dendam, semuanya harus bersatu. Pesta demokrasi telah usai siapapun pemimpin harus didukung," ujarnya.
Bupati Bungo itu juga berharap gubernur terpilih dalam menjalankan programnya tidak hanya mengandalkan dana dari APBD, namun harus mampu mencari dana lain, dan menyakinkan pemerintah pusat bahwa Jambi perlu diprioritaskan.
"Kita butuh investor, tapi masyarakat jangan dirugikan," ungkapnya.
Disinggung tentang apakah dirinya siap menjadi penasihat gubernur terpilih, dengan tersenyum ZA menjawab itu bisa-bisa saja. "Kalau memang dibutuhkan demi untuk membangun Jambi bisa saja menerimanya," ucapnya.(man/pit)
Selasa, 22 Juni 2010 | 13:43 WIB
TUNGKAL, TRIBUN - Kendati hasil resmi pemilihan Gubernur Jambi 2010-2015 belum dikeluarkan KPU Jambi, dua kandidat yang bertarung legowo menerima kekalahan.
Keduanya, Bupati Bungo Zulfikar Ahmad dan Bupati Tanjung Jabung Barat Safrial mengakui kemenangan pasangan Hasan Basri Agus-Fahrori Umar.
''Sabtu sore saya ucapkan selamat kepada HBA, dan saya adalah orang pertama yang mengucapkan selamat. Beliau (HBA, red) bilang terima kasih,” ujar Safrial menirukan sapaan HBA, Senin (21/6), seusai apel pagi.
Hasil quick count LSI menunjukkan HBA-Fahrori meraih 41,83 persen dari 70,2 persen suara yang masuk. Sedangkan pasangan Madjid Muaz dan Abdullah Hick meraih 28,23 persen suara.
Pasangan Zulfikar Ahmad dan Ami Taher, meraih 16,52 persen suara. Posisi terakhir ditempati pasangan Syafrial dan Agus Setyanegoro dengan 13,42 persen.
Mantan Dosen Unja itu mengakui kekalahan yang dialaminya dalam pilgub Jambi itu ternyata disyukuri sejumlah tokoh masyarakat Tanjung Jabung Barat. Hal ini membuat peluangnya untuk kembali memimpin Tanjabbar makin besar. Keyakinan tersebut berdasarkan perolehan suara SAS yang mencapai di atas 50 persen di Tanjabbar.
Sebagian masyarakat ternyata senang saya tidak menang, karena saya masih dibutuhkan untuk memimpin Tanjabbar,” katanya sembari diiringi tawa.
Safrial juga sudah minta pasangannya Calon Wakil Gubernur, Agus Setyanegoro untuk tidak mencari kesalahan pada pencoblosan 19 Juni kemarin.
Siapapun menang itulah gubernur kita, saya juga sudah sampaikan kepada Pak Agus, tidak ada yang harus disalahkan. Semua sudah bekerja maksimal,” ujar mantan Wakil Bupati Tanjabbar tersebut.
Lantas apa harapan Safrial kepada gubernur terpilih?
Safrial akan menyampaikan sejumlah prioritas pembangunan di Tanjabbar, seperti pelabuhan kapal roro, serta berharap gubernur terpilih dapat membuka akses kembali perdagangan ke luar negeri.
Saya akan rangkul gubernur terpilih. Dan berharap gubernur baru bisa berlaku adil,” katanya.
Zulfikar Ahmad juga legowo menerima kekalahannya.
"Kita harus menerima, dan harus mendukung Gubernur Jambi terpilih. Kita harus mengakui kemenangan orang lain, semuanya adalah keputusan Allah," katanya, saat ditemui Tribun, Senin (21/6).
ZA mengimbau bupati se-Provinsi Jambi, agar bekerja sama dengan gubernur terpilih untuk membangun Jambi. Bupati Bungo yang berpasangan dengan Ami Taher itu, beralasan urat nadi pembangunan dan penghasilan Provinsi Jambi berasal dari daerah-daerah.
Ia mengharapkan masyarakat, khususnya kepada tim sukses pasangan calon tidak mencari kesalahan orang lain. "Walaupun ada pelanggaran yang ditemukan saat kampanye itu biarlah tugas penyidik yang memrosesnya," ujarnya.
ZA berpesan gubernur terpilih jangan sampai diintiminasi oleh orang-orang tertentu, terutama dari tim sukses.
"Gubernur itu jangan mau diintimidasi oleh siapapun dalam bekerja, seperti dari tim sukses. Jangan sampai ada gubernur bayangan," ucapnya.
Ia juga berharap kabinet gubernur terpilih diisi perwakilan setiap daerah di Provinsi Jambi.
"Seorang pemimpin tidak boleh ada dendam, semuanya harus bersatu. Pesta demokrasi telah usai siapapun pemimpin harus didukung," ujarnya.
Bupati Bungo itu juga berharap gubernur terpilih dalam menjalankan programnya tidak hanya mengandalkan dana dari APBD, namun harus mampu mencari dana lain, dan menyakinkan pemerintah pusat bahwa Jambi perlu diprioritaskan.
"Kita butuh investor, tapi masyarakat jangan dirugikan," ungkapnya.
Disinggung tentang apakah dirinya siap menjadi penasihat gubernur terpilih, dengan tersenyum ZA menjawab itu bisa-bisa saja. "Kalau memang dibutuhkan demi untuk membangun Jambi bisa saja menerimanya," ucapnya.(man/pit)

