Breaking News:

|
Bagikan Artikel ini

Berfikir Kreatif, Manusia Garda Depan


Oleh: Ahmad Zaki ZH

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah mencapai suatu tingkat klimaks yang sangat besar, di Amerika dan Jepang misalnya, para masyarakat sudah hidup dengan segala macam bentuk kemajuan, di Eropa manusia terus-menerus menemukan hal-hal baru dalam solusi dari berbagai macam problem kehidupan dan kemaslahatan universal, jelas dengan solusi terbaiknya dipersembahkan untuk semua kalangan yang bisa dinikmati oleh masyarakat Dunia.

Kita bisa melihat dan mengamati fakta yang ada disekitar kita, segala bentuk fasilitas, sarana dan prasarana, kemudahan dalam beraktifitas, penunjang dalam menjalankan ibadah, mu'amalah, sosial dan sebagainya, dengan tidak sedikit berlebihan dan dengan tidak di sertai rasa munafiq, semua yang kita nikmati itu adalah merupakan hasil dari sebahagian bahkan kebanyakan dari hasil proses kreatifitas berfikirnya saudara kita yang non muslim. Semua itu dicapai dengan latar belakang adanya rasa butuh terhadap sesuatu yang baru dalam menghasilkan solusi kehidupan, terkadang bisa juga terlatar belakangi atas dasar kreatifitas dalam berfikir, dengan melihat dan mengamati semua fakta dan realita keadan yang ada di sekitarnya. Atau bisa juga dengan menemukan suatu masalah yang solusinya adalah hal yang belum ada, sehingga solusi tersebut menjadi sesuatu mamfaat baru bagi masyarakat Manusia. Begitulah seterusnya segala macam dasar pemikiran dan alasan setiap individu dalam melihat dan menemukan hal yang terbaik untuk kesejahteraan hidupnya hari kehari. Yang jelas semua konsep dasar pemikiran tersebut tidak jauh dari ruang lingkup seseorang dalam hal "Bagaimana" Kita menggunakan akal fikiran yang telah dianugerahkan oleh Tuhan semseta alam ini, yang-Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha dari segala yang-Maha, dimana dari segala bentuk ciptaan-Nya mengandung suatu rahasia dan informasi yang padat akan ilmu pengetahuan, sehingga Kita dituntut untuk berfikir dan mentadabburi dari semua itu.

Ada banyak cara dan teori dalam mencapai predikat seorang manusia yang mempunyai proses berfikir kreatif, diantaranya seperti yang di ungkapkan oleh Bobbi De Porter, seorang pendiri Burklyn Bussiness School, sebuah sekolah bisnis garda depan yang mengajarkan tata cara Bisnis Tradisional dengan metode atau cara Non Tradisonal, bahwa kita harus melihat sesuatu dari segala sudut pandang, yang ahirnya nanti akan menemukan suatu solusi yang terbaik dalam masalah itu. Contoh sederhana, ketika kita pertama kali menemukan sebuah gambar di pinggir jalan di samping tumpukkan sampah, yang sebenarnya gambar itu indah, tapi disaat kita melihat gambar terebut posisi sebenarnya terbalik atau dalam posisi yang salah. Kita tidak akan pernah menemukan keindahan gambar itu jika kita melihatnya dalam posisi itu saja tanpa memutarnya sedikit pun. Namun kita baru akan menemukan keindahan dari gambar tersebut dengan bentuk yang indah, jika gambar itu kita putar posisinya ke kanan, ke kiri, keatas dan kebawah, kita bolak-balikkan sedemikian rupa sehingga kita menemukan posisi yang seharusnya dari gambar itu, baru lah kita akan bilang "o ternyata ini lukisan seekor singa toh" yang mungkin tadinya sangkaan kita adalah hanya sebuah kertas sampah tidak berguna.

Dalam islam, ini senyawa dengan teori Fiqh Muqorin dalam menyelesaikan suatu hukum, dimana di sana kita tidak melihat siapa yang berkata, akan tetapi apa yang ia katakan, dan sejauh mana kekuatan bukti-bukti baik berupa fakta, atau sejumlah potongan informasi-imformasi yang kuat terhadap masalah yang dibicarakan, yang selanjutnya berdasarkan pertimbangan dari segala sudut, dalil naqli, aqli dan kemaslahatan umum sesuai dengan kaedah-kaedah fiqh. Ini semua menurut penulis adalah merupakan sebuah metode yang telah Islam ajarkan kepada ummatnya dalam menyelesaikan perkara agama mereka, sehingga berindikasi kepada pemunculan fatwa-fatwa dan hukum-hukum baru yang tidak ada di zaman sebelumnya. Pun juga dalam segala bentuk sendi kehidupan Ummat Islam, sehingga kita terlatih untuk selalu berfikir secara kreatif yang nantinya juga akan berpengaruh kepada penemuan solusi yang terbaik dalam masalah kehidupan duniawi Ummat Islam ini, baru lah nanti kita akan menikmati micropon untuk mengumandangkan panggilan adzan dengan hasil dari tangan masyarakat kita sendiri, barulah kita akan pergi haji dengan pesawat yang merupakan hasil dari proses berfikir nya saudara kita seagama dan seterusnya. Ahirnya kita sama-sama berharap, berusaha dan berdoa, semoga kita semua dan Ummat Islam pada umumnya mampu menjadi Ummat yang bersaing ditengah-tengah teriknya tuntutan zaman, karna kita yakin bahwa Islam itu agama yang Maslahah likulli zaman wa makan. Wallahu'alam..
*Mahasiswa Tingkat IV Fakultas Syari'ah Walqonun Univ. Al-Azhar.

Posted by Ndek Yar Al-Satirisy on 01.26. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response

2 komentar for "Berfikir Kreatif, Manusia Garda Depan"

  1. calon pemikir muslim yang intelek;
    membaca tulisan ini, seakan membuka cakrawala berfikir dari cara berfikir yang tradisional kepada cara yang modern. pada suatu zaman kita lihat seperti yang di kutif dalam tulisan di atas bahwa pada saat itu kaum muslimin ketika mau mengumandangkan azan, dengan naik ketempat yang lebih tinggi untuk menghasilkan suara yang jelas dan lantang, kemudian menilik kepada zaman yang pada zaman itu orang-orang tidak perlu lagi naik ketempt yang tinggi untuk menghasilkan suara yang jelas dan lantang, hanya cukup dengan memegang sebuah microphone maka suaranya dapat di dengar dan jelas dari kejauhan.
    patut kita sadari bahwa Allah telah memberikan performa berfikir untuk menciptakan suatu alat technologi yang canggih, ini merupakan contoh kecil yang harus kita cermati betapa Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kita untuk lebih taat kepadanya...

    terimakasi kepada penulis sdr. Ahmad Zaki, semoga menjadi insan yang bermamfaat bagi umat..
    by: bg fier

  2. btul kata luu coyy...

Leave a reply

Blog Archive

Labels

Support : PemProv Jambi | VISI-KMJ MESIR |
Copyright © 2013. KMJ ASLI - All Rights Reserved
Modifikasi © by Ndek Yar Al-Satirisy